Kedudukan Yuridis dan Kekuatan Pembuktian Dokumen Elektronik Sebagai Alat Bukti Tulisan dalam Perkara Wanprestasi
DOI:
https://doi.org/10.65310/4g95wj66Kata Kunci:
Electronic Evidence, Breach Of Contract, Civil Procedure, Functional Equivalence, Legal Harmonization.Abstrak
This study examines the juridical status and evidentiary strength of electronic documents as written evidence in breach of contract disputes within the Indonesian legal system through a normative legal research approach. The analysis employs statute and conceptual approaches to assess the coherence between conventional civil procedural law and contemporary electronic transaction regulations, particularly focusing on the Indonesian Civil Code, HIR/RBg, and the Law on Electronic Information and Transactions along with its implementing regulations. The findings indicate that electronic documents have obtained formal legal recognition as valid evidence; however, their evidentiary weight remains contingent upon authentication, integrity, and reliability standards embedded in electronic systems. The study further identifies normative inconsistencies and interpretative disparities in judicial practice, which create legal uncertainty in evaluating electronic evidence. By applying systematic and teleological interpretation, this research proposes a harmonized legal framework grounded in the principle of functional equivalence to bridge the gap between traditional and digital evidentiary regimes. The study contributes to the development of modern evidentiary law by offering a prescriptive model that integrates legal norms and technological validation mechanisms to ensure legal certainty, fairness, and procedural efficiency
Unduhan
Referensi
Adjani, A. A., Windari, R. A., & Hadi, I. G. A. A. (2025). Analisis Yuridis Putusan Pengadilan Negeri Tarutung Nomor 2/PDT. GS/2021/Pn Trt Tentang Sengketa Wanprestasi dalam Perjanjian Arisan Online. JURNAL SYNTAX IMPERATIF: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, 6(5), 1213-1222. https://doi.org/10.54543/syntaximperatif.v6i5.907
Alamsyah, O. K. A., & Suhariyanto, D. (2026). Perlindungan Hukum Terhadap Pelaku Usaha Terkait Wanprestasi yang Dilakukan Konsumen pada Perjanjian Transaksi Jual Beli Elektronik untuk Mewujudkan Keadilan. J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah, 5(3), 1209-1226. https://doi.org/10.56799/j-ceki.v5i3.15348
Anggraini, L., Lim, F., Putra, K. T., & Guntoro, M. B. (2025). Peranan Alat Bukti Elektronik dalam Kasus JAK TV & Dua Advokat dalam Perspektif Hukum Perdata. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 5(1), 249-261. https://doi.org/10.56799/peshum.v5i1.12467
Arvisya, W. C., & Putra, M. A. P. (2025). Kekuatan Mengikat Perjanjian Elektronik Dan Implikasinya Terhadap Kepastian Hukum Transaksi Digital Di Indonesia. Jurnal Media Akademik (JMA), 3(11). https://doi.org/10.62281/dxe32v39
Azzahra, C. A., Nasution, D. A. R., Rahmawati, I. B., Wibowo, K. Z., & Chosaf, N. A. (2025). Pembuktian Elektronik Analisis Mendalam Tentang Penerimaan Dan Kekuatan Alat Bukti Digital Dalam Sistem Hukum Indonesia. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(5), 7044-7052. https://doi.org/10.61104/alz.v3i5.2337
Candra, P. A., Neltje, J., & Fitriana, D. (2023). Kepastian Hukum Terhadap Penggunaan Digital Signature Sebagai Alat Bukti Dalam Perjanjian Umum. Krtha Bhayangkara, 17(2), 425-436. https://doi.org/10.31599/krtha.v17i2.811
Dahlia, M., & Susetio, W. (2023). Tinjauan Yuridis Penggunaan Tanda Tangan Digital Dalam Perjanjian Jual Beli. Jurnal Multidisiplin Indonesia, 2(8), 2277-2289. https://doi.org/10.58344/jmi.v2i8.442
Darmayanti, E., Gunawan, B. I., & Siregar, S. A. (2023). Penerapan E-Mail Sebagai Bukti Elektronik DalamSengketa Hukum Perdata Di Indonesia. Lex Justitia, 5(2), 170-185. https://doi.org/10.22303/lj.5.2.2023.170-185
Delzanty, K., Talitha, R., Rosdiana, H., & Ramadhani, S. (2025). Analisis Pertimbangan Hakim Dalam Memutus Kekuatan Pembuktian Akta Notaris Dalam Sengketa Wanprestasi Perjanjian Hutang Piutang. Media Hukum Indonesia (MHI), 3(3). https://doi.org/10.5281/zenodo.15567605
Fariha, G. A. U. (2025). Keabsahan Dan Kekuatan Hukum Kontrak Anjak Piutang Yang Di Buat Secara Elektronik: Validity And Legal Force Of Factoring Contracts Made Electronically. Al-Qalbu: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Sains, 3(2), 77-83. https://doi.org/10.59896/qalbu.v3i2.434
Fernanda, S., & Nugroho, A. A. (2023). Invoice Sebagai Perlindungan Hukum Pemasok Jasa Boga Terhadap Konsumen Wanprestasi Pada Pembayaran Berjangka. Jurnal Usm Law Review, 6(1), 191-208. https://doi.org/10.26623/julr.v6i1.6726
Handoyo, D. A. P., Shelomita, M., Syavitrie, A. A., & Handayani, S. (2026). Kedudukan Alat Bukti Surat Elektronik dalam Hukum Acara Perdata Dan Implikasinya Terhadap Pembuktian. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(2), 4396-4410. https://doi.org/10.61104/alz.v4i2.4903
Hanifah, I. Y., & Nugroho, L. D. (2025). Analisis Yuridis Kekuatan Pembuktian Perjanjian Lisan dalam Penyelesaian Sengketa Wanprestasi Berdasarkan Putusan Pengadilan No: 44/pdt. G/2025/PN. YYK. Justness: Jurnal Hukum Politik dan Agama, 5(2). https://doi.org/10.61974/justness.v5i2.91
Indonesia. 1997. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1997 tentang Dokumen Perusahaan.
Indonesia. 2008. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Indonesia. 2009. Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman.
Indonesia. 2016. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Indonesia. 2019. Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2019 tentang Administrasi Perkara dan Persidangan di Pengadilan Secara Elektronik.
Indonesia. 2019. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik.
Indonesia. Het Herziene Indonesisch Reglement (HIR).
Indonesia. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek).
Indonesia. Rechtsreglement voor de Buitengewesten (RBg).
Jasmin, M. H., & Nazar, J. (2026). Wanprestasi dalam Perjanjian Jual Beli Lisan akibat Giro Kosong dan Upaya Penyelesaiannya (Studi pada CV. Multirejeki Selaras). RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 5(1), 5166-5173. https://doi.org/10.31004/riggs.v5i1.6877
Mardiyati, N. (2026). Keabsahan Hukum Fitur Pengaduan Shopee Sebagai Bukti Elektronik dalam E-Commerce. JURNAL USM LAW REVIEW, 9(1), 50-74. https://doi.org/10.26623/julr.v9i1.12896
Ningsih, S. F., Hurairah, H., & Timur, W. (2026). Digital Agreements On The Legal Validity Of Electronic Signatures In Online Lending From The Perspective Of Indonesian Legislation. Jurnal Hukum Sehasen, 12(2), 79-86. https://doi.org/10.37676/jhs.v12i2.10799
Pramita, R. (2025). Validitas Perjanjian Non–Authentic Sebagai Dasar Gugatan Wanprestasi. Kertha Semaya: Journal Ilmu Hukum, 13(9), 2088-2098. https://doi.org/10.24843/KS.2025.v13.i09.p14
Rajagukguk, E. Y. B., & Debora, D. (2025). Kekuatan Alat Bukti Akta Otentik Dalam Pembuktian Perkara Perdata. Jurnal Teknologi Mesin UDA, 2(2), 195-207. http://dx.doi.org/10.46930/teknologimesin.v2i2.5695
Sugianingsih, N. K., & Yoga, I. G. P. (2025). Sinkronisasi Pengaturan Kontrak Elektronik Pada Pasal 18 Uu Ite Dan Kuh Perdata Dalam Perlindungan Konsumen E-Commerce. Jurnal Media Akademik (JMA), 3(12). https://doi.org/10.62281/9fhakm12
Tektona, R. I., & Laoly, S. R. (2023). Kepastian Hukum Tanda Tangan Digital Pada Platform Privyid Di Indonesia. ACTA DIURNAL Jurnal Ilmu Hukum Kenotariatan, 6(2), 245-253. https://doi.org/10.23920/acta.v6i2.1141
Viana, C. R. (2025). Kedudukan Dan Pengaruh Alat Bukti Elektronik Dalam Proses Pembuktian Perkara Perdata Di Pengadilan Di Negara Indonesia. ADIL: Jurnal Hukum, 16(2), 317-339. https://doi.org/10.33476/ajl.v16i2.5734
Wijaya, G. N. P. A. K., Sudharma, K. J. A., Yuliantari, I. G. A. E., & Puspadewi, A. A. A. I. (2025). Analisis Yuridis Wanprestasi Dalam Perjanjian Elektronik di Platform E-Commerce Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(6), 8248-8256. https://doi.org/10.61104/alz.v3i6.2398


















