Persinggungan Hukum Pidana dan Perlindungan serta Keharmonisan Keluarga dalam Kriminalisasi Perilaku menurut KUHP Baru

Penulis

  • Azka Syifaul Maula Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Penulis

DOI:

https://doi.org/10.65310/k8ap0633

Kata Kunci:

Criminalization, Family Protection, New Criminal Code, Self-Defense, Noodweer Exces.

Abstrak

This study examines the intersection of criminal law and the protection and harmony of the family within the context of behavioral criminalization under the new Indonesian Criminal Code (KUHP Baru). Using a normative-juridical approach, the research analyzes statutory provisions, particularly Articles 34 and 43 concerning self-defense and excess defense (noodweer excess), alongside doctrinal and comparative legal literature. The study highlights the tension between legal formalism and social realities, emphasizing that defensive acts aimed at protecting family members, even with fatal consequences, can possess legal legitimacy if proportionality, psychological pressure, and familial obligations are considered. Findings indicate that a contextual, teleological, and systemic interpretation is essential to align criminal law enforcement with family protection and social morality. The research contributes theoretically by clarifying the legal boundaries of self-defense in familial contexts and methodologically by proposing an integrative analytical framework for balancing criminal liability with family harmony.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Abyan, M. M., & Gunawan, B. P. (2025). Pembelaan Diri Menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Jurnal Reformasi Hukum: Cogito Ergo Sum, 8(2), 22-29. https://doi.org/10.51804/jrhces.v8i2.17107.

Anjani, I. M., & Adhari, A. (2023). Tinjauan Yuridis Pembelaan Terpaksa (Noodweer Excess) Sebagai Dasar Penghapusan Pidana Analisis Kasus Pelaku Begal Di NTB Yang Terbunuh Oleh Korban Begal AS. Unes Law Review, 5(4), 3671-3685. https://doi.org/10.31933/unesrev.v5i4.685.

Arief, S., Muhtar, M. H., & Saragih, G. M. (2023). Upaya pembelaan diri dalam perspektif persamaan di hadapan hukum. Jurnal Yudisial, 16(1), 25-47. https://doi.org/10.29123/jy.v16i1.475.

Fadhlullah, R., Maulani, D. G., Monica, D. R., & Raharjo, E. (2025). Analisis Yuridis Terhadap Perlindungan Hukum Korban Yang Melakukan Pembelaan Terpaksa. Journal of Contemporary Law Studies, 2(3), 261-274. https://doi.org/10.47134/lawstudies.v2i3.4011.

Fasya, G. (2023). Perspektif Hukum Pidana Terhadap Regulasi Kekerasan dalam Rumah Tangga dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004. Justisia: Jurnal Ilmu Hukum, 1(2), 35-41. https://doi.org/10.56457/jjih.v1i2.70.

Fitriani, A., Achmad, D., & Husin, B. R. (2026). Penerapan Teori Reward dalam Bentuk Apresiasi Hukum Pidana Tindakan Pembelaan Diri dalam Tindak Pidana Penodongan. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1), 3651-3659. https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3714.

Hadi, L. D. S., Haerani, R., & Megayati, D. (2022). Tinjauan Yuridis Pembelaan Terpaksa Korban Pembegalan Yang Mengakibatkan Kematian Demi Mempertahankan Haknya Ditinjau Dari Pasal 49 Ayat 2 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Unizar Recht Journal (URJ), 1(3).

Kermite, D. P. (2021). Kajian Terhadap Pembelaan Terpaksa (Noodweer) Dalam Tindak Pidana Kesusilaan Berdasarkan Pasal 49 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Lex Privatum, 9(4).

Kompas. (2026). “Suami Jadi Tersangka Seusai Kejar Penjambret Istrinya, Kasus Berakhir Damai”, tersedia di https://www.kompas.id/artikel/suami-jadi-tersangka-usai-kejar-penjambret-istrinya-kasus-berakhir-damai, diakses pada 05 Februari 2026.

Musdalifah, D. A., Rahmawati, A. E., Sha’idah, Z. A., Sulistianingsih, D., & Martitah, M. (2024). Dehumanisasi penerapan hukum pidana secara berlebihan (overspanning van het strafrecht) berdasarkan teori social engineering. Bookchapter Hukum dan Politik dalam Berbagai Perspektif, 3, 228-252. https://doi.org/10.15294/hp.v3i1.209.

Rosyid, M. (2020). Kriminalisasi Terhadap Hukum Keluarga di Dunia Muslim. Al Amin: Jurnal Kajian Ilmu dan Budaya Islam, 3(1), 175-193. https://doi.org/10.36670/alamin.v3i1.48.

RW, S. A., & Rahaditya, R. (2021). Analisa Unsur-Unsur Pembelaan Terpaksa Dalam Suatu Tindak Pidana Dengan Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Kepanjen Nomor. 01/Pid. Sus-Anak/2020/Pn. Kpn. Jurnal Hukum Adigama, 4(1), 975-1002. https://doi.org/10.24912/adigama.v4i1.12002.

Saputra, D. H., Fitriana, M. N. F. A. A., & Fauzi, A. (2025). Menakar Kembali Plularisme Hukum dalam Pernormatifan Hukum Pidana Adat Dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Proceedings Series on Social Sciences & Humanities, 27, 203-214. https://doi.org/10.30595/pssh.v27i.1843.

Saputra, E. M. (2025). Perlindungan Hukum Terhadap Korban Pembegalan yang Melakukan Pembunuhan Atas Dasar Pembelaan Terpaksa (Nodweer Excess). Sumbang12 Law Journal, 3(2), 107-114.

Siagian, E. W. (2025). Tinjauan Yuridis Normatif Terhadap Korban Tindak Pidana Pencurian Dengan Kekerasan (Jambret) Berdasarkan Perspektif KUHP di Indonesia. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 4(4), 6101-6111. https://doi.org/10.56799/peshum.v4i4.9390.

Siagian, E. W. (2025). Tinjauan Yuridis Normatif Terhadap Korban Tindak Pidana Pencurian Dengan Kekerasan (Jambret) Berdasarkan Perspektif KUHP di Indonesia. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 4(4), 6101-6111. https://doi.org/10.56799/peshum.v4i4.9390.

Sidabutar, B., Seftiniara, I. N., & Hartono, B. (2026). The Accountability for Self-Defense (Noodweer) in a Ruling on Assault Resulting in Severe Injury (Case Study of Decision Number 76/Pid. B/2025/PN TJK). TOFEDU: The Future of Education Journal, 5(1), 446-456. https://doi.org/10.61445/tofedu.v5i1.1591.

Sumeleh, M. (2025). Pendampingan Pastoral Konseling Bagi Istri yang Suaminya Terkriminalisasi. PADAMARA: Jurnal Psikologi dan Sosial Budaya, 2(1), 1-12. https://doi.org/10.70420/padamara.v2i1.97.

Wahyudi, W. I., & Yani, F. (2024). Tinjauan Hukum Mengenai Pembelaan Terpaksa Terhadap Korban Pencurian Dengan Kekerasan (Begal)(Studi Di Polres Pelabuhan Belawan). Jurnal Mimbar Ilmu Hukum (MIH), 2(1), 63-74.

Wijaya, D., Gani, R. A., & Halim, A. (2025). Pembelaan Terpaksa (Noodweer Exces) dalam Melawan Begal Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Hukum Islam di Wilayah Hukum Polda Jambi. Jurnal Greenation Sosial dan Politik, 3(3), 380-391. https://doi.org/10.38035/jgsp.v3i3.418.

Zumaroh, S. N. U., & Rusdiana, E. (2025). Analisis Yuridis Pasal 49 KUHP terkait Pembelaan Terpaksa dalam Studi Putusan Nomor 115/Pid. B/2021/PN Stb. Legalite: Jurnal Perundang Undangan dan Hukum Pidana Islam, 10(2), 106-124. https://doi.org/10.32505/legalite.v10i2.13401.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-08

Cara Mengutip

Persinggungan Hukum Pidana dan Perlindungan serta Keharmonisan Keluarga dalam Kriminalisasi Perilaku menurut KUHP Baru. (2026). Journal of Legal, Political, and Humanistic Inquiry, 1(3), 352-363. https://doi.org/10.65310/k8ap0633