Kerjasama Indonesia-Australia Melalui World Mosquito Program Studi Kasus Pengendalian Demam Berdarah Dengue di Kota Bandung 2023–2024

Penulis

  • Akwal Waffi Kariswan Universitas Al Ghifari Penulis
  • Achdijat Sulaeman Universitas Al Ghifari Penulis

DOI:

https://doi.org/10.65310/y9763204

Kata Kunci:

Global Health Diplomacy, Indonesia–Australia Cooperation, World Mosquito Program, Wolbachia Technology, Dengue Governance.

Abstrak

This study examines Indonesia–Australia cooperation through the World Mosquito Program in controlling dengue fever in Bandung City during 2023–2024 from a global health diplomacy perspective. Using a qualitative interpretative library research design grounded in constructivist epistemology, the study synthesizes peer-reviewed literature and institutional documents on Wolbachia technology, bilateral cooperation, and dengue governance. The findings demonstrate that the impact of the program cannot be reduced to short-term epidemiological outcomes, but reflects a gradual transformation in vector control paradigms shaped by policy coordination, institutional learning, and transnational knowledge transfer. The cooperation functions not only as a technological intervention but also as a diplomatic mechanism that enhances policy legitimacy, governance capacity, and trust among stakeholders. Variations in effectiveness highlight the importance of local context, political commitment, and adaptive evaluation frameworks. The study argues that sustainability depends on the integration of global standards into domestic institutions and the alignment of preventive health innovation with national policy priorities. This research contributes to global health diplomacy scholarship by illustrating how bilateral cooperation operationalizes biotechnology within complex governance environments and long-term public health strategies.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Alfiano, J., Hergianasari, P., Simanjuntak, T., & Fahmi, M. (2022). Efektivitas Hubungan Kerjasama Indonesia-Australia Melalui Program Ausaid di Sektor Pendidikan Era Jokowi pada Tahun 2014-2019. Jurnal Indonesia Sosial Teknologi. https://doi.org/10.36418/jist.v3i7.445.

Amrullah, A. A., Safitriani, V. A., Rohadatul'Aisy, A., Rajebta, N. A., & Karimah, A. S. (2024). Penyebaran Nyamuk Wolbachia Sebagai Pencegahan Demam Berdarah dalam Perspektif Prinsip Etika Beneficence. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(3), 15341-15349. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i3.12419

Anders, K., Smith, J., & Morales, L. (2022). Evaluasi penerapan Wolbachia di Niterói: studi kasus tentang pengurangan dan keberlanjutan demam berdarah. Jurnal Internasional Penyakit Menular , 120, 15-25. https://doi.org/10.1016/j.ijid.2022.03.01

Axelrod, R., & Keohane, R. O. (1985). Achieving cooperation under anarchy: Strategies and institutions. World Politics, 38(1), 226–254. https://doi.org/10.2307/2010357

Bungin, B. (2003). Metodologi Penelitian Kualitatif. Diakses dari http://repository.upi.edu/34951/4/T_PSN_1707446_Chapter3.pdfrepository.upi

Dinas Kesehatan Kota Bandung. (2023). Laporan Kasus Demam Berdarah Dengue di Kota Bandung Tahun 2023. Diambil dari https://jabar.tribunnews.com

Djaja, B., Prianto, Y., Ridwan, FH, Karyadika, IMH, & Kurniawan. (2024). Implementasi regulasi kebijakan pengobatan demam berdarah melalui gene drive bakteri Wolbachia. Jurnal Hukum, Politik dan Humaniora, 5 (1), 169– 178. https://doi.org/10.38035/jlph.v5i1.855

Febriansyah, M. A., Mulyadi, E., & Tarwati, K. (2023). Hubungan pengetahuan, tingkat pendidikan, dan persepsi masyarakat pada petugas kesehatan terhadap pencegahan DBD di wilayah kerja Puskesmas Baros. Jurnal Ilmu Psikologi Dan Kesehatan (SIKONTAN), 2(1), 115-124. https://doi.org/10.47353/sikontan.v2i1.1257

Fidler, DP (2001). Tantangan diplomasi kesehatan global. Buletin Organisasi Kesehatan Dunia , 79(9), 875-881. https://www.who.int/bulletin/archives/79(9)875.pdf

Flores, H., & O'Neill, S. (2018). Mengendalikan penyakit yang ditularkan melalui vektor dengan melepaskan nyamuk yang dimodifikasi. Nature Reviews Microbiology , 16, 508 - 518. https://doi.org/10.1038/s41579-018-0025-0.

Frinaldi, A. A., Rembrandt, R., Lanin, D., & Umar, G. (2023). Kebijakan Penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) pada Berbagai Daerah di Indonesia. Jurnal Sehat Mandiri, 18(1), 65-73. https://doi.org/10.33761/jsm.v18i1.943

JUBAIDI, J. (2025). BIBLIOMETRIK DAN VISUALISASI ANALISIS PENGENDALIAN NYAMUK AEDES AEGYPTI. Journal of Nursing and Public Health, 13(1), 12-23. https://doi.org/10.37676/jnph.v13i1.8470

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Data dan informasi penyakit menular tahun 2023 . https://www.kemkes.go.id

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Laporan Kasus Demam Berdarah Dengue di Indonesia Tahun 2023. Diambil dari https://kemkes.go.id/id/waspada-dbd-di-musim-kemarau pada 5 Juni 2025.

Kickbusch, I., & Lister, G. (2009). Diplomasi kesehatan global—perlunya perspektif, pendekatan strategis, dan keterampilan baru dalam kesehatan global. Buletin Organisasi Kesehatan Dunia , 87(12), 792-794. https://doi.org/10.2471/BLT.09.070249

Kickbusch, I., Silberschmidt, C., & Buss, P. (2007). Global health diplomacy: The need for new perspectives, strategic approaches and skills in global health. Bulletin of the World Health Organization, 85(3), 230–232. https://doi.org/10.2471/BLT.06.039286.

Laotji, N. G., Toar, J., & Bawiling, N. (2024). Hubungan Pelaksanaan Program Menguras, Menutup Dan Mendaur Ulang Barang Bekas Dengan Kejadian Dbd Di Wilayah Kerja Puskesmas Tandengan Kecamatan Eris. Jurnal Ilmiah Kesehatan Manado, 3(2). https://doi.org/10.64418/jikma.v3i2.128

Lerebulan, E. F., Junaiddin, J., Marasabessy, H., Taborat, M., & Bambungan, Y. M. (2023). Laporan Kegiatan Edukasi Penerapan Pemberantasan Sarang Nyamuk untuk Mencegah Penyakit Demam Berdarah Dengue pada Masyarakat Pulau Soop, Kota Sorong. Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat, 3(2), e1071-e1071. https://doi.org/10.36990/jippm.v3i2.1071

Meyrita, M., Suwarno, S., Saidi, N., & Razi, N. M. (2023). Tren Kejadian Dengue (Incidence Rate) dan Kematian Akibat Dengue (Case Fatality Rate) di Indonesia. Bioscientist: Jurnal Ilmiah Biologi, 11(2), 1753-1763. https://doi.org/10.33394/bioscientist.v11i2.9500

Montenegro-López, D., Cortés-Cortés, G., Balbuena-Alonso, M., Warner, C., & Camps, M. (2024). Strategi Muncul Berbasis Wolbachia untuk Pengendalian Penyakit Menular Vektor.. Acta tropica , 107410 . https://doi.org/10.1016/j.actatropica.2024.107410.

Novayanti, LH, & Whidhiastini, NW (2025). Tantangan dalam mengadaptasi teknologi Wolbachia untuk pengendalian demam berdarah. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 11 (3), 237–249. https://doi.org/10.29303/jppipa.v11i3.9945

Nur, F. R., & Karniawati, N. (2024). Strategi Pemerintah dalam Menanggulangi Penyebaran Penyakit Demam Berdarah Dengue di Kota Bandung. Journal of Administration, Governance, and Political Issues, 1(1), 59-64. https://doi.org/10.47134/jagpi.v1i1.2436

O'Neill, S. (2018). Penggunaan Wolbachia oleh Program Nyamuk Dunia untuk Menghentikan Penularan Virus yang Ditularkan oleh Aedes aegypti. Kemajuan dalam kedokteran dan biologi eksperimental , 1062, 355-360. https://doi.org/10.1007/978-981-10-8727-1_24.

Organisasi Kesehatan Dunia. (2022). Diplomasi kesehatan: panduan bagi tenaga kesehatan masyarakat . https://apps.who.int/iris/handle/10665/350156

Prameswarie, T., Ramayanti, I., Hartanti, M. D., Ambarita, L., Umar, M., & Athallah, M. A. (2024). Pelatihan Pembuatan Ovitrap Nyamuk Aedes sp. dan Atraktan Fermentasi sebagai Upaya Pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD). Madaniya, 5(3), 797-803. https://doi.org/10.53696/27214834.828

Program Nyamuk Dunia (2025). Laporan tahunan 2024: mengurangi demam berdarah melalui Wolbachia . https://www.worldmosquitoprogram.org/resources/annual- report-2024

Program Nyamuk Dunia. (2021). Metode Wolbachia: Dampak di Yogyakarta, Indonesia. Diakses dari https://www.worldmosquitoprogram.org/en/global-progress/indonesia.

Siyam, N., Hermawati, B., Fauzi, L., Fadila, F. N., Lestari, N., Janah, S. U., & Utomo, N. I. (2023). Penerapan Pencegahan dan Pengendalian Demam Berdarah Dengue Berbasis Ecohealth di Kota Semarang. Bookchapter Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Semarang, (4), 1-26. https://doi.org/10.15294/km.v1i4.118

Sugiyono. (2017). Studi Kasus dalam Penelitian Kualitatif. Diakses dari https://repository.uin-malang.ac.id/1104/1/Studi-kasus-dalam-penelitian-kualitatif.pdfrepository.uin-malang

Tatontos, E. Y., Inayati, N., Diarti, M. W., Dramawan, A., Suseno, M. R., Purna, I. N., & Sali, I. W. (2024). PEMBERDAYAAN IBU-IBU PKK DESA KARANG BAYAN DALAM PENANGGULANGAN DEMAM BERDARAH DENGUE. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo, 5(2), 89-97. https://doi.org/10.32807/jpms.v5i2.1361

Taufik, A., Hasibuan, P. A., Putri, F. D., Wulandari, A., Mutika, W. T., & Lisa, M. (2024). Case Series: Angka Kematian Demam Berdarah Dengue Berdasarkan Jenis Kelamin di Jawa Barat: Case Series: Dengue Fever Mortality Rate Based on Gender in West Java. Jurnal Kesmas Untika Luwuk: Public Health Journal, 15(2), 124-133. https://doi.org/10.51888/phj.v15i2.279

Tribun Jabar. (2024). Faktor penyebab meningkatnya kasus DBD di Kota Bandung pada tahun 2024. https://jabar.tribunnews.com/2024/11/30

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30

Cara Mengutip

Kerjasama Indonesia-Australia Melalui World Mosquito Program Studi Kasus Pengendalian Demam Berdarah Dengue di Kota Bandung 2023–2024. (2026). Journal of Legal, Political, and Humanistic Inquiry, 1(3), 295-306. https://doi.org/10.65310/y9763204