Kekuatan Hukum Meterai dalam Perjanjian Perdata: Analisis Keabsahan dan Kekuatan Pembuktian Menurut KUH Perdata
DOI:
https://doi.org/10.65310/6x40yh98Kata Kunci:
Stamp Duty, Civil Agreement, Legal Validity, Evidentiary Strength, Indonesian Civil Code.Abstrak
This study examines the legal force of stamp duty in civil agreements by analyzing its relationship with contractual validity and evidentiary strength under the Indonesian Civil Code. Using a normative juridical approach, the research focuses on statutory regulations, legal doctrines, and scholarly works related to contract law, evidentiary law, and stamp duty regulation. The findings demonstrate that stamp duty does not constitute a legal requirement for the validity of a civil agreement, as contractual validity is determined solely by the fulfillment of subjective and objective requirements stipulated in Article 1320 of the Civil Code. Stamp duty functions primarily as an administrative and fiscal instrument connected to the use of written documents as evidence in civil proceedings. Both conventional stamps and electronic stamps serve an equivalent role in supporting documentary evidence without altering the substantive legal relationship created by the parties’ consent. The study highlights the importance of distinguishing between contractual validity and evidentiary requirements to avoid legal misconceptions in contractual practices. Clarifying the legal position of stamp duty contributes to greater legal certainty and supports the adaptation of civil law to digital transactions while preserving fundamental principles of contract law.
Unduhan
Referensi
Artanto, F. A. (2024). Implementasi Algoritma Random Forest dan Model Bag of Words Dalam Analisis Sentimen Mengenai E-Materai. SATESI: Jurnal Sains Teknologi dan Sistem Informasi, 4(2), 139-145. https://doi.org/10.54259/satesi.v4i2.3240
Azizah, R. N., Sumarwoto, S., & Irawan, A. (2025). Efektivitas Hukum Penggunaan Materai Elektronik (E-Materai) Dalam Perjanjian Jual Beli Online (E-Commerce). Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, 3(3), 2382-2393. https://doi.org/10.62976/ijijel.v3i3.1280
Azzara, H. A., Putri, S. A., & Lubis, R. R. (2025). Analisis Peran Bea Materai dalam Validitas Surat Perjanjian. Hidayah: Cendekia Pendidikan Islam dan Hukum Syariah, 2(2), 299-305. https://doi.org/10.61132/hidayah.v2i2.1054
Dewi, N. P. K. R., & Puspadewi, A. A. A. I. (2025). Analisis Perkembangan Paradigma Cyber Notary: Sintesis Atas Problematika Pengaturan Cyber Notary Di Indonesia. Repertorium: Jurnal Ilmiah Hukum Kenotariatan, 14(2), 1-14. https://doi.org/10.28946/rpt.v14i2.5115
Fakhriah, E. L., & SH, M. (2023). Bukti Elektronik Dalam Sistem Pembuktian Perdata. Penerbit Alumni.
Fari, T. N. Q., & Rakhmatullah, B. I. R. (2024). Akibat Hukum Acta Van Dading sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa. Penerbit NEM.
Fatihah, S. S. A., & Sawitri, D. A. D. (2025). Keabsahan Kontrak Influencer Dalam Promosi Produk Tanpa Bpom: Batal Demi Hukum Dan Pertanggungjawaban Perdata. Jurnal Media Akademik (JMA), 3(11). https://doi.org/10.62281/bxzpmv19
Fau, S. (2025). Kekuatan Hukum Penyelesaian Secara Adat Kawin Terhalang Di Desa Hiligito Orahili Fau Kecamatan Fanayama Kabupaten Nias Selatan. Jurnal Panah Hukum, 4(1), 119-129. https://doi.org/10.57094/jph.v4i1.1471
Hamnan, N. R., & Cahyono, A. B. (2024). Pencatatan Perjanjian Perkawinan dalam Perkawinan Campuran Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 69/PUU-XIII/2015, Perlukah Pengesahan dari Pengadilan?. UNES Law Review, 7(1), 642-654. https://doi.org/10.31933/unesrev.v7i1.2351
Hernoko, Agus Yudha, and M H Sh. Hukum Perjanjian. Prenada Media, 2019.
Jaelani, A. (2025). Legal Drafting & Pembuatan Kontrak. Penerbit Abdi Fama.
Kadir, N., Junus, N., & Sarson, M. T. Z. (2026). Legitimasi Jual Beli Tanah di Bawah Tangan: Pergulatan antara Praktik Sosial dan Legalitas dalam Perspektif UUPA No. 5 Tahun 1960.
Kitab Undang-Undang Hukum Perdata
Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Pasal 1313 Tentang Perjanjian. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2020 Tentang Bea Meterai.
Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Pasal 1320 Tentang Syarat Sah Perjanjian
Martinelli, I., Nuzan, N. D., Nadilatasya, P. M., & Prasetyo, B. (2025). Keabsahan Suatu Perjanjian Formal Dalam Melakukan Perjanjian Kerjasama (Studi Putusan Kasasi Nomor 809 K/Pdt/2023). Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 12(5), 1870-1883. https://doi.org/10.31604/jips.v12i5.2025.1870-1883
Meiyona, U. R., & Shaleh, A. I. (2022). Pertanggungjawaban Ppat Terhadap Pembuatan Surat Pernyataan Keabsahan Dan Kebenaran Dokumen Elektronik. Jurnal Hukum Bisnis Bonum Commune, 98-108. https://doi.org/10.30996/jhbbc.v5i1.5739
Pani, F. W., & Priambodo, E. (2025). Tinjauan Yuridis Bea Meterai Terhadap Keabsahan Dokumen Menurut Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2020 Tentang Bea Meterai. Journal Sains Student Research, 3(5), 1023-1034. https://doi.org/10.61722/jssr.v3i5.5873
Pramita, R. (2025). Validitas Perjanjian Non–Authentic Sebagai Dasar Gugatan Wanprestasi. Kertha Semaya: Journal Ilmu Hukum, 13(9), 2088-2098. https://doi.org/10.24843/KS.2025.v13.i09.p14
Prasetyanov, Y. (2024). Tinjauan Yuridis Meterai Dalam Keabsahan Surat Perjanjian Terhadap Pembuktian Hukum Acara Perdata. Ensiklopedia of Journal, 6(2), 303-307. https://doi.org/10.33559/eoj.v6i3.2217
Pudjiastuti, D. (2023). Analisis Kualitas Legalisasi Alat Bukti Tertulis Dalam Agenda Pembuktian Dihubungkan Dengan Upaya Mencari Kebenaran. Jurnal Dialektika Hukum, 5(2), 184-193. https://doi.org/10.36859/jdh.v5i2.1756
Rahma, F. F., & Yuniarlin, P. (2023). Pengesahan Perjanjian Jual Beli Tanah di Bawah Tangan Melalui Pengadilan Untuk Balik Nama Sertipikat Hak Milik. Unes Law Review, 6(1), 640-649. https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i1.792
Sirait, R. A. M., Nugraha, A., Serah, Y. A., & Marpaung, S. (2024). Electronic Stamp Validity: Cyber Law Perspective on the Effectiveness of E-Stamp Usage in E-Commerce Transactions. Reformasi Hukum, 28(1), 70-79. https://doi.org/10.46257/jrh.v28i1.1036
Suwandono, A. (2023). Pemahaman Aspek-Aspek Hukum Perjanjian dalam Perancangan Kontrak untuk Mewujudkan Perlindungan Para Pihak. Abdibaraya, 2(01), 1-8. https://doi.org/10.53863/abdibaraya.v2i01.783
Syafira, R. P. (2023). Kekuatan Akta Pelepasan Hak Dengan Ganti Rugi (Phgr) Yang Dibuat Dihadapan Notaris (Studi Pada Kantor Notaris Dewi Lestari, SH, Spn, MKn). Jurnal Hukum Al-Hikmah: Media Komunikasi dan Informasi Hukum dan Masyarakat, 4(4), 939-952. https://doi.org/10.30743/jhah.v4i4.8438
Urbanisasi, U. (2025). Keabsahan Materai Dalam Pembuktian Di Pengadilan. Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 12(9), 4047-4057. https://doi.org/10.31604/jips.v12i9.2025.4047-4057
Widjanarko, W. K., & Nurhayati, P. I. (2025). The Legal Validity of Oral Agreements in Online Arisan Practices: Kekuatan Hukum Perjanjian Tidak Tertulis (Lisan) dalam Arisan Online. WARKAT, 5(2), 122-142. https://doi.org/10.21776/warkat.v5n2.4
Widyanto, D. K., & Soekorini, N. (2025). Kekuatan Hukum Dokumen Perjanjian Yang Tidak Dibubuhi Meterai Menurut Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2020 Tentang Bea Meterai. Court Review: Jurnal Penelitian Hukum (e-ISSN: 2776-1916), 5(05), 48-59. https://doi.org/10.69957/cr.v5i05.2008
Wulandari, V. P. (2023). Kepastian Hukum Penggunaan Bea Meterai Dalam Surat Perjanjian. MORALITY: Jurnal Ilmu Hukum, 9(2), 281-293. http://dx.doi.org/10.52947/morality.v9i2.393
Yudhi Widyo Armono, Yudhi Widyo Armono, and Andika Teo Setyawan. “Peranan Materai Dalam Keabsahan Perjanjian.” Justicia Journal 10, no. 1 (2021): 62–70. https://doi.org/10.32492/yusticia.v10i1.232.
Zainudin, Z. (2025). The Urgency of Reforming Indonesian Civil Law in the Digital Era. Jurnal Tana Mana, 6(2), 187-193. https://doi.org/10.33648/jtm.v6i2.1051










