Kepastian Hukum dalam Penyelesaian Sengketa Tanah Akibat Tumpang Tindih Sertifikat Hak Atas Tanah Studi Putusan (Nomor : 237/Pdt.G/2024/PN Smg Jo. Nomor 224/PDT/2025/PT SMG Jo. Nomor 5189 K/PDT/2025)
DOI:
https://doi.org/10.65310/8r7cwt38Kata Kunci:
Legal Certainty, Overlapping Claims, Land Disputes, Land Certificates, Land Ownership RightsAbstrak
Overlapping land title certificates are one of the land-related issues that create legal uncertainty and cause losses for rights holders. This study aims to analyze the legal considerations of the Panel of Judges in resolving disputes involving overlapping Certificates of Ownership (SHM) and Certificates of Right to Build (SHGB) based on Judgment No. 237/Pdt.G/2024/PN Smg Jo. No. 224/PDT/2025/PT SMG in conjunction with No. 5189 K/PDT/2025, as well as to analyze the legal liability of the parties and the Semarang City Land Office. This study employs a normative legal approach with a descriptive-analytical focus. Data consisting of primary, secondary, and tertiary legal sources were collected through literature and document reviews and analyzed qualitatively. The results indicate that the Panel of Judges provided legal certainty by prioritizing the certificate issued first, based on valid evidence, history of possession, and legal provisions. Legal liability is imposed on parties who possess the land without legal title, as well as on the Semarang City Land Office, through the cancellation and correction of certificates to ensure legal certainty and protection.
Unduhan
Referensi
Akbar, A. M., Suparman, E., & Rubiati, B. (2025). Kepastian Hukum Dalam Penyelesaian Sengketa Tumpang Tindih Sertifikat Hak Atas Tanah Ditinjau Dari Asas Contradictiore Delimitatie. UNES Law Review, 7(3), 1014-1024. https://doi.org/10.31933/unesrev.v7i3.2373.
Alfian, A., Dinata, A. B., Putra, M. T. K. A., & Triyunita, U. (2024). Penyelesaian konflik sertifikat hak milik yang tumpang tindih melalui mediasi. Perkara: Jurnal Ilmu Hukum dan Politik, 2(1), 21-39. https://doi.org/10.51903/perkara.v2i1.1610.
Alim, M. (2010). Asas-Asas Hukum Modern Dalam Hukum Islam. Jurnal Media Hukum, 17(1). https://doi.org/10.18196/jmh.v17i1.373.
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Tidak Boleh Membahayakan Orang Lain, https://almanhaj.or.id/12328-tidak-boleh-membahayakan-orang-lain.html diakses tanggal 18 April 2026 pkl. 16.14.
Aziziyah, A. N., & Tien Fitriyah, M. A. (2023). Tumpang Tindih Sertifikat Tanah. Legal Spirit, 7(2), 205–218. https://doi.org/10.31328/ls.v7i2.4807.
Denny Suwondo dan Iksan Saputra. (2019). Peran dan Tanggung Jawab Pejabat Pembuat Akta Tanah dalam Pelaksanaan Kegiatan Pendaftaran Tanah, Jurnal Hukum Unissula, Vol. 35., No.2. https://doi.org/10.26532/jh.v35i2.11053.
Gerry Geovant Supranata Kaban, “Judicial Immunity: Pilar Penting dalam Memperkuat Independensi Kekuasaan Kehakiman” https://www.dandapala.com/opini/detail/judicial-immunity-pilar-penting-dalam-memperkuat-independensi-kekuasaan-kehakiman#:~:text=Independensi%20kekuasaan%20kehakiman%20merupakan%20prinsip%20fundamental%20bagi,dari%20siapa%20pun%20dan%20dalam%20bentuk%20apapun. diakses tanggal 9 April 2026 pkl. 18.00.
Hardian Feril. (2025). Penyelesaian Sengketa Tumpang Tindih Sertipikat Hak Guna Bangunan Dengan Hak Milik Studi Kasus: Tumpang Tindih Sertipikat Hak Guna Bangunan Nomor 00538/Nagari Lingkuang Aua). Jurnal Hukum Lex Generalis. Vol.6. No.9.
Islamiyah, A., & Umami, K. (2024). Kajian Asbabun Nuzul Ayat Tentang Hukuman Potong Tangan: Studi Kritis Tentang Tafsir Surat Al-Maidah: 38. Tafakkur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, 4(02), 206-214. https://doi.org/10.62359/tafakkur.v4i2.250.
Kantor Pertanahan Kota Jakbar, 2025, Apa Itu Warkah, https://kot-jakbar.atrbpn.go.id/infografis/apa-itu-warkah diakses pada tanggal 12 Mei 2025 pkl. 17.08.
Kantor Wilayah Provinsi Sumatera Barat, 2026, Apa itu Kantor Pertanahan (Kantah)?,https://sumbar.atrbpn.go.id/informasi%20pertanahan/pengukuran-tanah-oleh-kanwil-dan-kantah-apa-bedanya- diakses tanggal 12 Juli 2026 pkl 15.43.
Kuswanto dan Akhmad Khisni, (2017). Perlindungan hukum bagi pemegang hak atas tanah dalam kasus tumpang tindih kepemilikan atas sebidang tanah di Badan Pertanahan Nasional/ATR Kabupaten Kudus. Jurnal Akta, 4(1), 71-74. https://dx.doi.org/10.30659/akta.v4i1.1596.
Manthovani, R., & Istiqomah, I. (2017). Pendaftaran tanah di indonesia. Jurnal Magister Ilmu Hukum, 2(2), 23-28. https://doi.org/10.36722/jmih.v2i2.744.
Maria S.W. Sumardjono. (2010). Kebijakan Pertanahan: Antara Regulasi dan Implementasi. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum. Vol. 17. No. 3.
Mulyadi, H. (2026). Larangan Mengambil Hak Orang Lain Perspektif Tafsir Fi Zilal Al-Qur’an dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Karakter Islam. Al-Afkar: Jurnal Pemikiran Mahasiswa Pendidikan, 2(1), 29-39.
Nur, Z. (2023). Keadilan dan kepastian hukum (Refleksi kajian filsafat hukum dalam pemikiran hukum Imam Syâtibî). Misykat Al-Anwar Jurnal Kajian Islam Dan Masyarakat, 6(2), 247-272. https://doi.org/10.24853/ma.6.2.247-272.
Permana, N., & Handayani, S. W. (2025). Perlindungan hukum terhadap pemilik sertifikat hak atas tanah yang mengalami tumpang tindih akibat dari pendaftaran tanah. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(5), 6865-6873. https://doi.org/10.61104/alz.v3i5.2315.
Rajab, R. A., Turisno, B. E., & Lumbanraja, A. D. (2020). Sertifikat Hak Atas Tanah Dalam Kepastian Hukum Pendaftaran Tanah. Notarius, 13(2), 642-654. https://doi.org/10.14710/jis.%25v.%25i.%25Y.%25p.
Renata Christha Auli, “21 Asas Hukum yang Perlu Dipahami”, https://www.hukumonline.com/klinik/a/catat-ini-21-asas-hukum-dan-7-adagium-hukum-yang-perlu-dipahami-lt62d0b0c23e38e/ diakses tanggal 9 April 2026 pkl. 17.09.
Ria Wulandari, “Tinjauan Asas Non Retroaktif (Legalitas) dalam Statuta Roma 1998” https://hukum.untan.ac.id/tinjauan-asas-non-retroaktif-legalitas-dalam-statuta-roma-1998/#:~:text=Asas%20non%20retroaktif%20sejak%20awal,pada%20tataran%20nasional%20maupun%20internasional), diakses tanggal 9 April 2026 pkl. 17.13.
Risalah, 2022, Akibat Mengambil Hak Orang Lain, https://risalah.id/akibat-mengambil-hak-orang-lain/ diakses tanggal 19 April 2026 pkl. 13.17.
Salehah, A. (2025). Penyelesaian Hukum Terhadap Sengketa Tumpang Tindih (Overlapping) Sertipikat Hak Milik Atas Tanah. Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik (JIHHP), 5(5), 3860-3868. https://doi.org/10.38035/jihhp.v5i5.4802.
Shebubakar, A. N., & Raniah, M. R. (2023). Hukum tanah adat/ulayat. Jurnal Magister Ilmu Hukum: Hukum dan Kesejahteraan, 4(1), 14-22. http://dx.doi.org/10.36722/jmih.v4i1.758.
Sudiro, A. A., & Putra, A. P. (2020). Kepastian Hukum Terhadap Hak Atas Pendaftaran Tanah Dan Hak Kepemilikan Atas Tanah Yang Telah Didaftarkan. Jurnal Magister Ilmu Hukum, 5(1), 22-28. https://doi.org/10.36722/jmih.v5i1.768.
Sumiati, H., & Kadaryanto, B. (2021). Kepastian hukum sertifikat hak milik atas tanah dalam hukum pertanahan Indonesia. Yustisia Merdeka: Jurnal Ilmiah Hukum, 7(2), 135-145. https://doi.org/10.33319/yume.v7i2.111.
Supantri, D., & Mirwati, Y. (2024). Penyelesaian Sengketa Tumpang Tindih Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap di Kabupaten Solok Selatan. Andalas Notary Journal, 1(2), 176-190.
Tafsir Web, https://tafsirweb.com/2510-surat-al-araf-ayat-56.html, diakses tanggal 18 April 2026 pkl. 13.18.
Widianugraha, P. (2019). Tinjauan normatif pendaftaran tanah sistematis lengkap dikaitkan pembentukan aturan peraturan perundang-undangan. Jurnal Bina Mulia Hukum, 3(2), 208-223. https://doi.org/10.23920/jbmh.v3n2.17.



















