Women’s Political Rights in Indonesia’s Electoral System

Authors

  • Sarah Tri Faustine Sagala Universitas Sumatera Utara Author
  • Mirza Nasution Universitas Sumatera Utara Author
  • Yusrin Yusrin Universitas Sumatera Utara Author

DOI:

https://doi.org/10.65310/r8prak67

Keywords:

Women's Rights, Women's Political Rights, General Elections, Open Proportional System.

Abstract

This study examines the legal construction of women’s political rights within Indonesia’s electoral system through a normative-doctrinal approach grounded in statutory interpretation, legal principles, and doctrinal analysis. The research focuses on the coherence between constitutional guarantees, particularly under the 1945 Constitution, and the regulatory framework governing elections, including Law Number 7 of 2017 and Law Number 7 of 1984 as a ratification instrument of CEDAW. By employing grammatical, systematic, and teleological interpretation, the study identifies normative tensions between formal equality and substantive representation in the implementation of affirmative action policies. The findings reveal that despite the existence of a 30 percent quota requirement in candidate nomination, structural and regulatory inconsistencies continue to limit the effective realization of women’s political participation. Comparative insights drawn from international data further demonstrate that Indonesia’s position reflects partial compliance with global standards of gender representation. This study contributes to legal scholarship by proposing a reconstruction of electoral norms that strengthens enforceability, harmonizes regulatory provisions, and advances substantive gender equality within democratic governance.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aklima, A. (2022). Menyoal Kualitas Caleg Perempuan Menjelang Pemilihan Umum Tahun 2024 di Aceh. Jurnal Pemerintahan Dan Politik, 7(4). https://doi.org/10.36982/jpg.v7i4.2514

Ali, Z. (2020). Metodologi penelitian hukum. Sinar Grafika.

Anwar, K., Udjiwati, L., & Aslamiah, W. (2025). Analisis Kebijakan Partai Politik Memenuhi Ketentuan 30% Keterwakilan Perempuan dalam Pencalonan Anggota Legislatif (Studi Pada Pemilihan Umum Tahun 2024 di Kabupaten Ngawi). Jurnal Pemerintahan Dan Politik, 10(2), 306-323. https://doi.org/10.36982/jpp.v10i2.5256

Asshiddiqie, J. (2006). Pengantar ilmu hukum tata negara. Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi RI.

Aula, M. R. (2023). Isu gender mengenai keterwakilan perempuan dalam kehidupan politik di Indonesia. Jurnal Politikom Indonesiana, 8(2), 186-201. https://doi.org/10.35706/jpi.v8i2.9859

Ayu, V. D. (2025). Peranan Politik Perempuan dalam Pembangunan: Studi tentang Keterwakilan Perempuan dan Dampaknya terhadap Kebijakan Publik. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(5), 6375-6382. https://doi.org/10.61104/alz.v3i5.2262

Azizah, N. (2013). Advokasi kuota perempuan di Indonesia. LP3M UMY.

Badan Pusat Statistik. (n.d.). Persentase kursi yang diduduki perempuan di DPR dan DPRD (Persen). Diakses pada 22 April 2026, dari https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTMzNyMy/persentase-kursi-yang-diduduki-perempuan-di-dpr-dan-dprd--persen-.html

Bato, B. E., Zana, I. S., Angreni, D. K. D., Andreastuti, D., Perwitasari, D. R., & Lestari, L. A. (2025). Bagaimana Perempuan Mempersepsi Satu Sama Lain dalam Posisi Berkuasa: Studi Kasus Pemilu Legislatif. Jurnal Administrasi Publik, 21(1), 163-187. https://doi.org/10.52316/jap.v21i1.506

Damanik, G. R. V., Setiabudi, D. O., & Bawole, H. A. (2025). Pemenuhan Hak Politik Perempuan Dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah Studi Kasus pada Masyarakat Adat Matrilineal di Indonesia. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(5), 7542-7554. https://doi.org/10.61104/alz.v3i5.2392

Faisal, M., Fachyuzar, M. Z., Lumbangaol, P., & Sihombing, A. (2024). 2 Dekade Affirmative Action Keterwakilan Perempuan dalam Politik Indonesia:(Hambatan Perempuan dalam Budaya Patriarki). Rechtsnormen Jurnal Komunikasi Dan Informasi Hukum, 3(1), 55-60. https://doi.org/10.56211/rechtsnormen.v3i1.628

Gunawan, W., & Nurdin, N. (2025). Analisis Penerapan Kuota Gender Kandidat Perempuan Partai Keadilan Sejahtera Pada Pemilihan Umum Legislatif 2024. Jurnal Ilmiah Global Education, 6(2), 220-238. https://doi.org/10.55681/jige.v6i2.3730

Gustina, S. A. (2022). Hak Politik Perempuan Di Parlemen: Perspektif Hukum Yang Berkeadilan. Feniks Muda Sejahtera.

Haryani, R. (2023). Pemenuhan Hak Politik Penyandang Disabilitas Menurut Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017. UNES Journal of Swara Justisia, 7(2), 541-548. https://doi.org/10.31933/ujsj.v7i2.364

Iman, W. O. N. (2023). Peran Masyarakat Dan Kuota Perempuan Dalam Pemilihan Umum Serentak Tahun 2024. Journal Publicuho, 6(1), 151-160. https://doi.org/10.35817/publicuho.v6i1.100

Inter-Parliamentary Union. (n.d.). Women in national parliaments. Diakses pada 22 April 2026, dari https://www.ipu.org/wmn-e/classif.htm

Katjasungkana, N. (1999). Pemilihan Umum 1955 di Indonesia. Kepustakaan Populer Gramedia.

Khanafi, I., & Sapardiyono, S. (2023). Analisis Yuridis Keterwakilan Perempuan di Kabupaten Kebumen pada Pemilihan Umum 2024. Eksaminasi: Jurnal Hukum, 2(4), 240-251. https://doi.org/10.37729/eksaminasi.v2i4.4210

Kongres Wanita Indonesia. (1978). Sejarah setengah abad pergerakan wanita Indonesia. Balai Pustaka.

Kordi K., M. G. (2013). HAM tentang perbudakan, peradilan, kejahatan kemanusiaan & perang. Graha Ilmu.

Mandasari, N. (2023). Peran Politik Perempuan dalam Persfektif Gender. Ebisma (Economics, Business, Management, & Accounting Journal), 3(2), 133-143. https://doi.org/10.61083/ebisma.v3i2.38

Nasef, M. I., Wardhana, A. F. G., & Huda, N. M. (2026). Pelindungan Hak Konstitusional Perempuan Dalam Pencalonan Legislatif Pemilihan Umum Tahun 2024 di Gorontalo. Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, 33(1), 39-63. https://doi.org/10.20885/iustum.vol33.iss1.art3

Nurcahaya, N., & Akbarizan, A. (2023). Perempuan dalam Perdebatan: Memahami Peran dan Tantangan Berpolitik dalam Perspektif Hukum Islam. JAWI: Journal of Ahkam Wa Iqtishad, 1(3), 108-116. https://doi.org/10.5281/zenodo.8397647

Nursyifa, A., Tamala, O. T., Zakiah, R., Rachamani, S. A., & Mutmainah, S. M. (2023). Partisipasi Perempuan dalam Politik. Jurnal Ilmu Politik Dan Pemerintahan, 9(1). https://doi.org/10.37058/jipp.v9i1.4120

Pamungkas, G., & Nuraini, I. A. (2024). Kesenjangan Gender: Perempuan Dalam Memperoleh Hak Politik. Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik| E-ISSN: 3031-8882, 2(1), 507-511. https://doi.org/10.62379/1wbn2480

Putri, R. A. (2022). Analisis Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum Terhadap Keterwakilan Perempuan Di DPRD Kota Palu. Qaumiyyah: Jurnal Hukum Tata Negara, 3(1), 45-66. https://doi.org/10.24239/qaumiyyah.v3i1.46

Republik Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Republik Indonesia. (1945). Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 27 ayat (1).

Republik Indonesia. (1984). Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1984 tentang Pengesahan Konvensi Mengenai Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Wanita (Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women). Lembaran Negara No. 29 Tahun 1984, Tambahan Lembaran Negara No. 3277.

Republik Indonesia. (1999). Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Lembaran Negara No. 165 Tahun 1999, Tambahan Lembaran Negara No. 3886.

Republik Indonesia. (2002). Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2002 tentang Partai Politik. Lembaran Negara No. 138 Tahun 2002, Tambahan Lembaran Negara No. 4251.

Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2003 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Lembaran Negara No. 37 Tahun 2003, Tambahan Lembaran Negara No. 4277.

Republik Indonesia. (2008a). Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik. Lembaran Negara No. 2 Tahun 2008, Tambahan Lembaran Negara No. 4801.

Republik Indonesia. (2008b). Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Lembaran Negara No. 51 Tahun 2008, Tambahan Lembaran Negara No. 4836.

Republik Indonesia. (2012). Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Lembaran Negara No. 51 Tahun 2012, Tambahan Lembaran Negara No. 4836.

Republik Indonesia. (2017). Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Lembaran Negara No. 182 Tahun 2017, Tambahan Lembaran Negara No. 6109.

Sidik, P. (2022). Keterwakilan Perempuan Dalam Politik Di Indonesia Perspektif Legal Feminism. At-Tanwir Law Review, 2(1), 90-101. https://dx.doi.org/10.31314/atlarev.v2i1.1856

Syadzili, A. M. S. A. (2024). Keterwakilan Perempuan Dalam Politik Sebagai Bentuk Penerapan Demokrasi Dan Pemenuhan Hak Politik Di Indonesia. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 4(1), 685-694. https://doi.org/10.56799/peshum.v4i1.6769

U.S. Commission on Civil Rights. (1977). Statement on affirmative action (Clearinghouse Publication No. 54).

Utama, R. W., & Susilowati, T. (2023). Analisis Kesetaraan Gender Dalam Konteks Pemilihan Umum. Perkara: Jurnal Ilmu Hukum dan Politik, 1(4), 224-235. https://doi.org/10.51903/perkara.v1i4.1500

Zuniati, A. R., Maulidza, R., Sabilla, N., & Ummah, A. (2024). Komparasi Implementasi Partisipasi Perempuan dan Sistem Pemilu di Negara Indonesia dan Australia. Jurnal Ilmu Politik dan Pemerintahan, 10(1). https://doi.org/10.37058/jipp.v10i1.10862

Published

2026-04-23

How to Cite

Women’s Political Rights in Indonesia’s Electoral System. (2026). Journal of Legal, Political, and Humanistic Inquiry, 1(4), 282-293. https://doi.org/10.65310/r8prak67