Pembuktian Jual Beli Tanah di Bawah Tangan dalam Sengketa Perdata: Analisis Putusan PN Nabire No. 30/Pdt.G/2020/PN Nabire

Penulis

  • Moulyta Elgi Trinanda Universitas Sriwijaya Penulis
  • Muhammad Ivansyah Fadlillah S Universitas Sriwijaya Penulis
  • Muhammad Valeska Ramadhan Universitas Sriwijaya Penulis

DOI:

https://doi.org/10.65310/xhs80w33

Kata Kunci:

Civil Evidence, Private Deeds, Evidentiary Value, Transfer of Land Rights, Court Decisions.

Abstrak

This study discusses the position of private deeds as evidence in disputes over land rights transfers through a study of Nabire District Court Decision No. 30/Pdt.G/2020/PN Nabire. A normative-doctrinal approach was used to analyze the provisions of Article 1320 of the Civil Code, Article 164 of the HIR, Article 1866 of the Civil Code, Article 1874 of the Civil Code, and Article 37 of Government Regulation No. 24 of 1997, as well as relevant judicial practices. The results of the analysis show that private deeds obtain probative legitimacy if they are not contested and are combined with factual evidence, such as payment and delivery of the object, so that the judge can form a legal conviction to validate the transfer of rights. Court decisions serve as instruments of temporary administrative legalization without removing the formal obligations of the PPAT, affirming the flexibility of the civil evidence system. These findings emphasize the orientation towards material truth, legal protection for parties acting in good faith, and harmonization between material validity and formal legal certainty, while enriching the doctrine of substantial evidence in civil land disputes in Indonesia.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Agustin, K. A., Firdaus, M. R., Ardani, A. H., & Asyifa, T. S. (2026). Analisis yuridis atas tenggang waktu gugatan dalam perspektif kepastian hukum dan keadilan substantif Putusan No. 250/G/2024/PTUN.JKT. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1), 26–38. https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3002.

Amelia, U. (2021). Jual Beli Tanah Yang Disempurnakan Dengan Putusan Pengadilan (Studi Putusan Pengadilan Negeri Surabaya Nomor: 676/Pdt. G/2016/PN. Sby). Indonesian Notary, 3(3), 26.

Chang, E., Frederica, N., & Khairunisa, R. (2024). Keabsahan Transaksi Jual-Beli Online Ditinjau Melalui Perspektif Hukum Perjanjian. Jurnal Kewarganegaraan, 8(1), 969-979. https://doi.org/10.31316/jk.v8i1.6442.

Fauziannor, A., Rahman, M. A., Syaugi, A., & Ilham, M. I. (2025). Perbandingan kekuatan pembuktian antara akta otentik dan akta di bawah tangan dalam sengketa perdata. Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, 3(2), 1963-1976. https://doi.org/10.62976/ijijel.v3i2.1198.

Laksmono, O., & Dharsana, I. (2023). Keabsahan Dan Kepastian Hukum Jual Beli Tanah Berdasarkan Akta Di Bawah Tangan Yang Dibuat Dihadapan Kepala Desa. Journal of Syntax Literate, 8(4). https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v8i4.11661.

Lubis, F., Khairani, S. W., Ardiansyah, D., Zibron, Y., & Alamsyah, H. (2025). Analisis hukum bukti elektronik sebagai alat bukti dalam pemeriksaan hukum acara perdata. JISPENDIORA Jurnal Ilmu Sosial Pendidikan Dan Humaniora, 4(1), 614-626. https://doi.org/10.56910/jispendiora.v4i2.2505.

Maharani, I. A. D., Puspadma, I. N. A., & Astiti, N. G. K. S. (2023). Keabsahan Jual Beli Hak atas Tanah yang Dilakukan tanpa Akta PPAT Ditinjau dari Perspektif Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah. Jurnal Konstruksi Hukum, 4(3), 261-267. https://doi.org/10.22225/jkh.4.3.8036.261-267.

Nadzir, M. (2017). Kekuatan Pembuktian Surat Keterangan Tanah Sebagai Bukti Hak Kepemilikan Atas Tanah. Journal de Facto, 4(1), 49-70. https://doi.org/10.36277/jurnaldefacto.v4i1.43.

Perdana, M. P., Herlina, N., & Rusydi, I. (2022). Kekuatan Hukum Akta Di Bawah Tangan Dalam Proses Jual Beli Tanah (Studi Putusan Nomor 30/Pdt. G/2016/PN. Cbn). Jurnal Ilmiah Galuh Justisi, 10(1), 45-59. http://dx.doi.org/10.25157/justisi.v10i1.7194.

Pranata, A., Surahman, S., Elviandri, E., & Alhadi, M. N. (2025). Problematika Tanggung Jawab Pejabat Pembuat Akta Tanah Dalam Peralihan Hak Atas Tanah Di Provinsi Kalimantan Timur. Jurnal Tana Mana, 6(2), 258-276. https://doi.org/10.33648/jtm.v6i2.1177.

Pratama, A. N. Y., Pujiono, P., & Cahyaningtyas, I. (2019). Pertanggungjawaban Notaris/Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dalam Pembatalan Sertifikat Karena Adanya Unsur Pemalsuan. Notarius, 12(1), 147-156. https://doi.org/10.14710/ijfst.%25v.%25i.228-238.

Pratiwi, D., Hifni, M., Darmawan, D., & Jahiri, M. (2025). Tinjauan Yuridis Perlindungan Hukum Bagi Pembeli Dalam Perjanjian Jual Beli Tanah di Bawah Tangan: Study Kasus Putusan No. 12/PDT/2025/PT BTN. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(4), 4662-4672. https://doi.org/10.61104/alz.v3i4.2026.

Rahma, F. F., & Yuniarlin, P. (2023). Pengesahan Perjanjian Jual Beli Tanah di Bawah Tangan Melalui Pengadilan Untuk Balik Nama Sertipikat Hak Milik. Unes Law Review, 6(1), 640-649. https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i1.792.

Rahmadhani, F. (2020). Kekuatan Pembuktian Akta di Bawah Tangan yang Telah Diwaarmerking Berdasarkan Peraturan Perundang-undangan di Indonesia. Recital Review, 2(2), 93-111. https://doi.org/10.22437/rr.v2i2.9135.

Setiani, D., & Kholishayatuddin, A. (2022). Praktik Jual Beli Tanah di Bawah Tangan Perspektif Hukum Islam dan Undang-Undang Pertanahan. Jurnal Al-Hakim: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Studi Syariah, Hukum Dan Filantropi, 87-100. https://doi.org/10.22515/alhakim.v4i1.5149.

Setiawan, A. T., Kistiyah, S., & Laksamana, R. (2021). Problematika Keabsahan Jual Beli Tanah di Bawah Tangan Tanah di Kawasan Transmigrasi. Tunas Agraria, 4(1), 22-39. https://doi.org/10.31292/jta.v4i1.133.

Sirait, G. N. A., & Djaja, B. (2023). Pertanggungjawaban Akta Notaris Sebagai Akta Autentik Sesuai Dengan Undang-Undang Jabatan Notaris. Unes Law Review, 5(4), 3363-3378. https://doi.org/10.31933/unesrev.v5i4.641.

Solechah, S. (2025). Keabsahan Klausul Non-Refundable Dalam Perjanjian Jual Beli Ditinjau dari Hukum Perdata dan Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Jurnal Sains, Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Hukum, 2(6), 455-468. https://doi.org/10.60126/sainmikum.v2i6.1363.

Syafriadi, F. (2024). Analisis Sistem Penyusunan Kontrak Menggunakan Asas Kebebasan Berkontrak Dalam Hukum Perdata. AL-DALIL: Jurnal Ilmu Sosial, Politik, dan Hukum, 2(3), 17-24. https://doi.org/10.58707/aldalil.v2i3.879.

Ummam, K., Guntara, D., & Abas, M. (2023). Akibat Hukum Terhadap Wanprestasi Dalam Perjanjian Dibawah Tangan Atas Jual Beli Tanah Dan Bangunan Berdasarkan Pasal 1320 KUHPerdata. The Juris, 7(1), 133-144. https://doi.org/10.56301/juris.v7i1.699.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-19

Cara Mengutip

Pembuktian Jual Beli Tanah di Bawah Tangan dalam Sengketa Perdata: Analisis Putusan PN Nabire No. 30/Pdt.G/2020/PN Nabire. (2026). Journal of Legal, Political, and Humanistic Inquiry, 1(4), 20-29. https://doi.org/10.65310/xhs80w33