Corporate Crime in the Bank Indonesia Liquidity Assistance (BLBI) Case: Legal Analysis of Irregularities, Legal Accountability, and Impact on State Finances
DOI:
https://doi.org/10.65310/tjd74a54Keywords:
Corporate Crime, BLBI, Legal Accountability, Banking Supervision, State Finance.Abstract
The Bank Indonesia Liquidity Assistance (BLBI) case represents one of the most significant corporate crime cases in Indonesia’s banking history, revealing complex interactions between regulatory weaknesses, corporate misconduct, and state financial losses. This study examines corporate crime in the BLBI case through a juridical analysis focusing on deviations in fund utilization, legal accountability mechanisms, and their impact on state finances. The findings indicate that the misuse of BLBI funds was facilitated by inadequate banking supervision, weak corporate governance, and ineffective enforcement of prudential principles during the financial crisis. Although Indonesian law provides a framework for corporate criminal liability and asset recovery, practical implementation has faced substantial legal and institutional challenges. The BLBI case has caused not only massive financial losses to the state but also long-term consequences for public trust in the banking system and legal institutions. Therefore, strengthening legal accountability, enhancing transparency, and reforming banking supervision are essential measures to prevent similar corporate crimes and to safeguard state financial interests in the future.
Downloads
References
Agustianto, A. (2022). Pentingnya Transparansi Beneficial Ownership Oleh Korporasi. Justisi, 8(2), 108-118. Https://Doi.Org/10.33506/Js.V8i2.1678
Al Fatih, M. A., & Abdullah, D. (2025). Mutual Legal Assistance Dalam Perampasan Aset Korporasi Di Luar Negeri Hasil Tindak Pidana Korupsi. Administraus, 9(2), 85-103. Https://Doi.Org/10.56662/Administraus.V9i2.291
Asmariah, A. (2025). Pemberantasan Korupsi Antara Ketegasan Dan Kemanusiaan: Studi Efektivitas Hukuman Mati Dan Perampasan Aset Dari Perspektif Ham. Causa: Jurnal Hukum Dan Kewarganegaraan, 15(4), 151-160. Https://Doi.Org/10.6679/M6jak936
Azizah, N. N., Musawamah, I. N., & Djasauli, M. (2022). Kegagalan Penerapan Good Corporate Governance Pada Bank Syariah. Jurnal Ilmiah Manajemen Emor (Ekonomi Manajemen Orientasi Riset), 6(2), 229-236. Https://Doi.Org/10.32529/Jim.V6i2.2136
Fajar, A. C., & Elvandari, S. (2025). Kebijakan Kejaksaan Mengeksekusi Aset Terpidana Perkara Korupsi Yang Telah Habis. Unes Journal Of Swara Justisia, 9(3), 591-599. Https://Doi.Org/10.31933/Qb63yj46
Hadi, S. (2023). Aspek Hukum Penyalahgunaan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia Dalam Bisnis Perbankan Di Indonesia. Jurnal Hukum Ius Publicum, 4(2), 163-182. Https://Doi.Org/10.55551/Jip.V4i2.78
Hakim, M. A., & Astuti, P. (2023). Putusan Lepas (Onslag) Terhadap Terdakwa Tindak Pidana Korupsi (Studi Putusan Mahkamah Agung No. 1555 K/Pid. Sus/2019). Novum: Jurnal Hukum, 10(01), 13-22. Https://Doi.Org/10.2674/Novum.V0i0.48480
Imron, A. (2024). Stolen Asset Recovery Tindak Pidana Korupsi (Pendekatan Sistem Pembalikan Beban Pembuktian Terhadap Aset Hasil Kejahatan Tindak Pidana Korupsi): Recovery Of Assets Stolen By Criminal Acts Of Corruption. Res Nullius Law Journal, 6(2), 111-126. Https://Doi.Org/10.34010/Rnlj.V6i2.13013
Indonesia, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tentang Perbankan, Jakarta.
Kitab Undang-Undang Hukum Pidana
Lestari, M. P., & Aliyah, S. (2022). Analisis Determinan Terhadap Agresivitas Pajak:(Studi Pada Perusahaan Lq 45). Jae (Jurnal Akuntansi Dan Ekonomi), 7(2), 120-136. Https://Doi.Org/10.29407/Jae.V7i2.17761
Luthfy, R. M. (2024). Pemenuhan Asas Kepastian Hukum Dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Tentang Equity Crowdfunding. Wacana Paramarta: Jurnal Ilmu Hukum, 23(1), 102-111. Https://Doi.Org/10.32816/Paramarta.V23i1.454
Mulya, R. O. B. P., Kahfi, A. U. P., Rohmah, I. M., & Astuti, R. P. (2025). Peran Bank Sentral Dalam Mempertahankan Stabilitas Sistem Keuangan Di Era Ekonomi Digital. Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara, 1(5), 237-242. Https://Doi.Org/10.59435/Menulis.V1i5.259
Novira, E., & Pratimaratri, U. (2024). Perubahan Sosial Dan Hukum Perbankan Di Indonesia. Unes Law Review, 6(3), 9293-9306. Https://Doi.Org/10.31933/Unesrev.V6i3.1802
Paruntu, N. K., & Sudiro, A. (2025). Pergeseran Paradigma Pemulihan Aset Dalam Tindak Pidana Korupsi Untuk Mewujudkan Optimalisasi Pengembalian Kerugian Negara. Jurnal Usm Law Review, 8(3), 1903-1929. Https://Doi.Org/10.26623/Julr.V8i3.12888
Pebriazani, A. R., Rodliyah, R., & Wulandari, L. (2023). Pemenuhan Hak Tahanan Disabilitas Pelaku Tindak Pidana Pemerkosaan:(Studi Kasus Di Rumah Tahanan Kelas Ii B Praya). Parhesia, 1(1), 22-27. Https://Doi.Org/10.29303/Parhesia.V1i1.2512
Pradhana, A. P., Chairani, M. A., & Yitawati, K. (2025). Perkembangan Regulasi Mengenai Beneficial Ownership Di Indonesia Bagi Korporasi Dalam Bisnis Dan Pencegahan Tindak Pidana. Jurnal Magister Hukum Perspektif, 16(2), 141-156. Https://Doi.Org/10.37303/Magister.V16i2.126
Puspitasari, I. F., Sari, D. E., & Masitoh, S. (2023). Pengukuran Independensi Bank Indonesia Selama Covid-19. Jurnal Pendidikan Ekonomi (Jurkami), 8(1), 204-217. Https://Doi.Org/10.31932/Jpe.V8i1.2247
Putri, D. A., Azali, D. W., & Legiman, A. P. P. (2025). Sistem Pengawasan Bank Pasca Kasus Blbi Dalam Mendorong Reformasi Perbankan Di Indonesia. Journal Sains Student Research, 3(1), 116-130. Https://Doi.Org/10.61722/Jssr.V3i1.3254
Rajagukguk, M., & Djoyosugito, M. A. (2025). Legal Analysis Of The Prosecutor's Office Performance In Handling Mega Corruption Cases In Indonesia: Analisis Hukum Terhadap Kinerja Kejaksaan Dalam Menangani Kasus-Kasus Mega Korupsi Di Indonesia. The Prosecutor Law Review, 3(2). Https://Doi.Org/10.64843/Prolev.V3i2.74
Refalia, S., Sepriani, S., & Rasji, R. (2024). Pertanggungjawaban Pidana Terhadap Direktur Perseroan Terbatas Atas Tindak Pidana Penggelapan Pajak Studi Putusan Jambi Nomor 155/Pid. Sus/2022/Pn Jmb. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(8), 892-900. Https://Doi.Org/10.5281/Zenodo.11124230
Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
Republik Indonesia, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2019 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 Tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
Republik Indonesia. 2003. Undang-Undang No 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara. Jakarta: Legalitas.
Simanjuntak, M. R. R., & Nelson, F. M. (2024). Antara Tuntutan Dan Kesepakatan: Blbi Dan Era Deferred Prosecution Agreement. Jurnal Hukum & Pembangunan, 54(1), 4. Https://Doi.Org/10.21143/Jhp.Vol54.No1.1592
Sukarno, K. S., & Nurviana, R. (2024). Prinsip Good Corporate Governance Bank Dalam Mendukung Indonesia Emas 2045. Indonesian Journal Of Islamic Jurisprudence, Economic And Legal Theory, 2(2), 1297-1306. Https://Doi.Org/10.62976/Ijijel.V2i2.646
Suratman Dan H. Philip Dillah. Metode Penelitian Hukum. Bandung: Penerbit Alfabeta, 2013.
Susilo, D. E. (2022). Analisis Risk Profile, Good Corporate Governance, Earning, Dan Capital Untuk Menilai Kesehatan Perusahaan: Analisis Risk Profile, Good Corporate Governance, Earning, Dan Capital Untuk Menilai Kesehatan Perusahaan. Bisman (Bisnis Dan Manajemen): The Journal Of Business And Management, 5(2), 108-124. Https://Doi.Org/10.37112/Bisman.V5i2.1946
Sw, D. P., & Kuntadi, C. (2022). Literatur Review: Pengaruh Akuntansi Forensik, Audit Investigatif, Dan Independensi Terhadap Pengungkapan Fraud. Jurnal Economina, 1(3), 670-678. Https://Doi.Org/10.55681/Economina.V1i3.158
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Perbendaharaan Negara. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor Dan Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286).
Undang-Undang Republik Indonesia No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas.










