Analysis of Arbitrator Requirements in Law No. 30 of 1999 and Basyarnas Regulations and Their Implications for the Performance of Arbitrator Duties

Authors

  • Damar Chandra Prasetyo Universitas Muhammadiyah Jakarta Author
  • Natama Khofifah Wardani Universitas Muhammadiyah Jakarta Author
  • Danaya Karima Universitas Muhammadiyah Jakarta Author

DOI:

https://doi.org/10.65310/hkqbwp56

Keywords:

Arbiter, Arbitration, BASYARNAS, Law No. 30 of 1999, Dispute Resolution

Abstract

This study examines the differences in arbitrator requirements under Law Number 30 of 1999 on Arbitration and Alternative Dispute Resolution and the regulations of the National Sharia Arbitration Board (BASYARNAS), as well as their implications for the implementation of arbitral duties and the quality of arbitral awards. Law No. 30 of 1999 emphasizes formal legal qualifications, independence, and efficiency to ensure legal certainty and enforceability of arbitral decisions. In contrast, BASYARNAS introduces additional moral and religious requirements, requiring arbitrators to possess integrity and competence in Islamic law and sharia economic principles. These differences influence not only the procedural approach of arbitrators, but also the substance and orientation of arbitral reasoning. While general arbitration prioritizes contractual compliance and positive law, sharia arbitration integrates legal norms with ethical and religious considerations. The findings indicate that both frameworks operate complementarily within Indonesia’s plural legal system. Strengthening arbitrators’ legal expertise and ethical awareness is therefore essential to enhance the credibility, legitimacy, and justice of arbitration as an alternative dispute resolution mechanism.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aini, N. (2019). Peran Arbiter dalam Penyelesaian Sengketa Perdata di Luar Pengadilan. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 49(3), 221–234. https://doi.org/10.21143/jhp.vol49.no3.2019

Ali, Z. (2017). Prinsip-Prinsip Arbitrase dalam Hukum Islam. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Anwar, M. (2020). Efektivitas Arbitrase Syariah dalam Penyelesaian Sengketa Pembiayaan Murabahah. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 6(2), 145–160. https://doi.org/10.24014/jhes.v6i2.15234

Arifin, S. (2020). BASYARNAS dan Peranannya dalam Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah di Indonesia. Jurnal Hukum Islam, 22(2), 145–158.

Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI). (2020). BANI Rules and Procedures. Jakarta: BANI.

Badan Arbitrase Syariah Nasional (BASYARNAS). (2020). Peraturan Prosedur Arbitrase Syariah BASYARNAS. Jakarta: Majelis Ulama Indonesia.

BASYARNAS. (2023). Peraturan dan Kode Etik Arbiter Syariah BASYARNAS. Jakarta: Majelis Ulama Indonesia.

Born, G. B. (2021). International Commercial Arbitration (3rd ed.). The Hague: Kluwer Law International.

Fathurrahman, M. (2020). Analisis Kedudukan Putusan BASYARNAS dalam Sistem Hukum Indonesia. Jurnal Ilmu Hukum Refleksi, 9(1), 11–24.

Fauziyah, S. (2019). Analisis Yuridis Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah melalui BASYARNAS. Jurnal Ilmu Hukum dan Syariah, 4(1), 55–70. https://doi.org/10.1234/jihs.v4i1.1123

Ghazali, A. (2018). Hukum Arbitrase Syariah di Indonesia. Jakarta: Kencana.

Hendri, F. (2021). Efektivitas Arbitrase dalam Menyelesaikan Sengketa Bisnis di Indonesia. Jurnal Legislasi Indonesia, 18(2), 155–167.

Hidayat, R. (2022). Peran BASYARNAS dalam Mewujudkan Keadilan Ekonomi Syariah di Era Digital. Jurnal Al-Ahkam, 12(3), 221–236. https://doi.org/10.21580/ahkam.2022.12.3.10325

Isnawati, R. (2019). Etika Arbiter dalam Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah di Indonesia. Jurnal Hukum Islam dan Ekonomi Syariah, 5(2), 98–110.

Mahfud, M. D. (2018). Politik Hukum di Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.

Majelis Ulama Indonesia. (2018). Kode Etik Arbiter Syariah Nasional. Jakarta: Dewan Syariah Nasional MUI.

Mulyadi, L. (2022). Integrasi Hukum Nasional dan Hukum Islam dalam Sistem Hukum Indonesia. Yogyakarta: Deepublish.

Nugroho, A. (2018). Peranan BASYARNAS dalam Menyelesaikan Sengketa Perbankan Syariah di Jakarta. Jurnal Hukum Islam, 16(2), 201–215. https://doi.org/10.24090/jhi.v16i2.1897

Nuraini, L. (2021). Analisis Perbandingan Arbitrase Syariah dan Mediasi Perbankan Syariah di Indonesia. Jurnal Hukum & Syariah, 8(1), 89–105. https://doi.org/10.33096/jhs.v8i1.1934

Nurdin, M. (2020). Pelaksanaan Arbitrase Syariah dalam Sistem Hukum Nasional. Jurnal Hukum Ekonomi Islam, 4(1), 33–45.

Rahmawati, D. (2020). Kedudukan Putusan BASYARNAS dalam Sistem Peradilan Nasional. Jurnal Ilmu Hukum Lex Privatum, 8(3), 150–168. https://doi.org/10.35814/lexprivatum.v8i3.1725

Setiawan, B. (2023). Rekonstruksi Sistem Arbitrase Syariah dalam Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah di Indonesia. Jurnal Legislasi dan Arbitrase, 2(1), 35–52. https://doi.org/10.35723/jla.v2i1.2108

Soekanto, S., & Mamudji, S. (2019). Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Sulaiman, M. (2017). Efektivitas Badan Arbitrase Syariah Nasional dalam Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah di Indonesia. Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam, 5(1), 73–89. https://doi.org/10.24042/jhei.v5i1.1043

Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah.

Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa.

Widodo, S. (2022). Kewenangan Mengadili Terhadap Sengketa Berdasarkan Perjanjian Pokok (Akad Syariah) Dan Perjanjian Accesoir (APHT) Akibat Pilihan Hukum Yang Berbeda (Studi Putusan Nomor 499/Pdt. g/2021/Pa. Yk Di Pengadilan Agama Kota Yogyakarta).

Published

2025-12-30

How to Cite

Analysis of Arbitrator Requirements in Law No. 30 of 1999 and Basyarnas Regulations and Their Implications for the Performance of Arbitrator Duties. (2025). Journal of Legal, Political, and Humanistic Inquiry, 1(2), 289-296. https://doi.org/10.65310/hkqbwp56