Legal Analysis of the Evidence System in Sharia Arbitration in Indonesia: Perspectives of Law No. 30 of 1999 and BASYARNAS
DOI:
https://doi.org/10.65310/dhbn2944Keywords:
Islamic arbitration, evidentiary system, BASYARNAS, arbitration law, sharia principlest.Abstract
This research examines the evidentiary system in Islamic arbitration in Indonesia based on Law Number 30 of 1999 and the practice of the National Sharia Arbitration Board (BASYARNAS). The study aims to analyze the normative framework governing evidence in Islamic arbitration, the types and probative value of evidentiary instruments applied, and the legal standing of BASYARNAS within the national judicial system. Using normative juridical research methods, this study focuses on statutory regulations, doctrinal legal analysis, and the integration of Islamic legal principles with national arbitration law. The findings indicate that the evidentiary system in Islamic arbitration is characterized by procedural flexibility that allows arbitrators to prioritize substantive justice while remaining within the boundaries of positive law. Documentary evidence, witness testimony, expert opinions, party admissions, and electronic evidence are recognized and assessed through a combination of legal validity and Sharia-based ethical considerations. Furthermore, BASYARNAS holds strong legal legitimacy as an arbitration institution, supported by statutory recognition, regulatory frameworks, and its complementary relationship with the Religious Courts in the execution of arbitral awards. This integration strengthens Islamic arbitration as a credible and effective dispute resolution mechanism in Indonesia’s plural legal system.
Downloads
References
Akriam, M. A. A. R., & Syafri, Q. M. I. (2026). Kaidah Pembuktian dalam Arbitrase Syariah: Analisis Yuridis dan Prinsip Bayyinah dalam Fiqih Muamalah. INOMATEC: Jurnal Inovasi dan Kajian Multidisipliner Kontemporer, 1(03). https://portalpublikasi.com/index.php/inomatec/article/view/775
Al-Zuhayli, W. (2016). Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu (Jilid 8). Damaskus: Dar al-Fikr.
Andriani, M., & Apriani, R. (2022). Arbitrase Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa. Jurnal Ilmu Hukum Dan Humaniora, 9(5), 2401-2407.
Annisa, B. (2024). Tinjauan Yuridis Mengenai Status Hukum BASYARNAS sebagai Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Keuangan Berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023. Tesis. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Anshori, A. G. (2018). Hukum Perbankan Syariah di Indonesia. Bandung: Refika Aditama.
Basyir, A. A. (2020). Asas-asas Hukum Muamalat. Yogyakarta: UII Press.
Bunga Annisa. (2024). Tinjauan Yuridis Mengenai Status Hukum BASYARNAS sebagai Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Keuangan Berdasarkan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023. Tesis. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Haque, N. (2022). Penyelesaian Sengketa Pembiayaan Murabahah di Badan Arbitrase Syariah Nasional (BASYARNAS) Daerah Istimewa Yogyakarta. Tesis. Universitas Islam Indonesia Yogyakarta.
Ibrahim, J. (2018). Teori dan Metodologi Penelitian Hukum Normatif. Malang: Bayumedia.
Isnaini, A. M. (2020). Batas Kewenangan Penyelesaian Sengketa Syariah Antara Badan Arbitrase Syariah Nasional (Basyarnas) Dengan Pengadilan Agama. Unizar Law Review (ULR), 3(2), 237-249.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2016). Peraturan Mahkamah Agung Nomor 14 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penyelesaian Perkara Ekonomi Syariah.
Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. (2012). Putusan Nomor 93/PUU-X/2012 tentang Kewenangan Pengadilan Agama dalam Pelaksanaan Putusan Arbitrase Syariah.
Marzuki, P. M. (2021). Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Nur, M. (2020). Analisis Penyelesaian Sengketa Akad Murabahah (Jual-Beli) Antara Bank Syariah X dengan PT AS di Badan Arbitrase Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (BASYARNAS-MUI). Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 6(2), 149-158. http://dx.doi.org/10.37905/aksara.6.2.149-158.2020
Otoritas Jasa Keuangan. (2020). Peraturan OJK Nomor 61/POJK.07/2020 tentang Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan. Jakarta: OJK.
Prasetyo, D. C., Wardani, N. K., & Karima, D. (2025). Analisis Syarat-Syarat Arbiter Dalam Undang-Undang No 30 Tahun 1999 Dan Peraturan Basyarnas Serta Implikasinya Terhadap Pelaksanaan Tugas Arbiter. Journal of Legal, Political, and Humanistic Inquiry, 1(2), 289-296. https://doi.org/10.65310/hkqbwp56
Priadi, E., & Munthe, M. E. (2019). Keabsahan Putusan Badan Arbitrase Syariah Nasional dalam Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah di Indonesia. Iqtishaduna: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita, 8(1), 112–125. https://doi.org/10.46367/iqtishaduna.v8i1.148%2011%20citation%20on%20Dimensions.
Purnamasari, I. G. (2020). Keabsahan Pelaksanaan Eksekusi Arbitrase Syariah dalam Penyelesaian Sengketa Perbankan Syariah Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi No. 93/PUU-X/2012. Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah, 5(1), 87–103. Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/29551
Soekanto, S., & Mamudji, S. (2019). Penelitian Hukum Normatif: Suatu Tinjauan Singkat. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Tehedi, T. (2022). Model Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah di Badan Arbitrase Syariah Nasional. Borneo: Journal of Islamic Studies, 3(1), 48-61. https://doi.org/10.37567/borneo.v3i1.1299
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa.
Winarta, F. H. (2019). Hukum Penyelesaian Sengketa Arbitrase Nasional dan Internasional. Jakarta: Sinar Grafika.










