Dampak Undang-Undang Cipta Kerja terhadap Keberlanjutan Lingkungan dan Sumber Daya Hutan di Indonesia

Penulis

  • Fredella Mu’allimah Al Farabi Universitas Muhammadiyah Surakarta Penulis
  • Dina Alya Maisan Universitas Muhammadiyah Surakarta Penulis
  • Raden Miko Ardiansyah J. Universitas Muhammadiyah Surakarta Penulis
  • Harlian Satria Wilwatikta Universitas Muhammadiyah Surakarta Penulis
  • Raihan Perdana Putra Universitas Muhammadiyah Surakarta Penulis

Kata Kunci:

UU Ciptakerja, deforestasi, kehilangan keanekaragaman hayati, perizinan lingkungan, tata kelola hutan

Abstrak

Pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja Indonesia telah memicu perdebatan yang signifikan mengenai dampaknya terhadap keberlanjutan lingkungan dan pengelolaan sumber daya hutan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis transformasi instrumen perizinan lingkungan di bawah undang-undang tersebut, dengan fokus pada dampaknya secara ekologi, hukum, dan sosio-politik. Menggunakan pendekatan penelitian hukum normatif yang dikombinasikan dengan analisis data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta organisasi internasional, penelitian ini mengevaluasi perubahan kerangka regulasi, tren deforestasi, dan risiko keanekaragaman hayati. Temuan menunjukkan bahwa penggantian izin lingkungan dengan persetujuan lingkungan, penerapan model perizinan berbasis risiko, dan depenalisasi sebagian pelanggaran lingkungan melemahkan mekanisme pencegahan dalam tata kelola hutan. Data menunjukkan bahwa pada tahun 2024 saja, deforestasi bruto mencapai 216.200 hektar dengan kerugian bersih 175.400 hektar, mencerminkan tren negatif yang terus berlanjut meskipun ada program reboisasi. Selain itu, data BPS mengungkapkan penurunan kritis pada spesies andalan seperti harimau Sumatra, gajah, dan orangutan, yang populasinya tetap berada di bawah tekanan berat akibat kehilangan dan fragmentasi habitat. Hasil ini menunjukkan bahwa Undang-Undang Penciptaan Lapangan Kerja, meskipun dirancang untuk mempercepat investasi, secara tidak sengaja memperburuk kerentanan ekologi dan kehilangan keanekaragaman hayati. Studi ini menyimpulkan bahwa pembangunan berkelanjutan di Indonesia memerlukan penguatan kembali jaminan hukum, peningkatan kapasitas pemantauan, dan memastikan partisipasi publik yang berarti untuk menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan ketahanan lingkungan jangka panjang.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Abrahms, B., Carter, N. H., Clark-Wolf, T. J., Gaynor, K. M., Johansson, E., McInturff, A., ... & West, L. (2023). Climate change as a global amplifier of human–wildlife conflict. Nature Climate Change, 13(3), 224–234. https://doi.org/10.1038/s41558-022-01593-4

Ansar, S. S. A., Rahmawati, A., & Arrahman, R. D. (2024). Peninjauan bencana alam akibat deforestasi hutan dan tantangan penegakan hukum mengenai kebijakan penebangan hutan berskala besar di Indonesia. Indonesian Journal of Law and Justice, 1(4), 11–20. https://doi.org/10.58982/ijlaj.v1i4.205

Auriga Nusantara. (2025, March 20). Siaran pers: Status deforestasi Indonesia 2024: 261.575 hektare, meningkat 4.191 ha dari tahun sebelumnya. Auriga Nusantara. https://auriga.or.id/?lang=id

Badan Pusat Statistik. (2017). Jumlah satwa terancam punah. BPS–Statistics Indonesia. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTI5NyMy/jumlah-satwa-terancam-punah.html

Badan Pusat Statistik. (2023). Angka deforestasi (netto) Indonesia di dalam dan di luar kawasan hutan tahun 2013–2022 (ha/th). BPS–Statistics Indonesia. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/1/MjA4MSMx/angka-deforestasi--netto--indonesia-di-dalam-dan-di-luar-kawasan-hutan-tahun-2013-2022--ha-th-.html

Baihaki, M. R. (2021). Persetujuan lingkungan sebagai objectum litis hak tanggung gugat di peradilan tata usaha negara (Telaah kritis pergeseran nomenklatur izin lingkungan menjadi persetujuan lingkungan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja). Majalah Hukum Nasional, 51(1), 1–20. https://doi.org/10.33331/mhn.v51i1.56

DetikNews. (2011, September 8). Tinggal 400 harimau Sumatera yang tersisa. DetikNews. https://news.detik.com/berita/d-1718280/tinggal-400-harimau-sumatera-yang-tersisa

Fathoni, L. A. (2024). Pengaturan berusaha berbasis risiko dan kaitannya dengan sektor lingkungan hidup (Studi penolakan pembangunan usaha penggilingan padi di Desa Roi, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima). Commerce Law, 4(2), 507–519. https://doi.org/10.31219/osf.io/zq7ed

Fielding, K. S., Prober, S. M., Williams, K. J., & Dean, A. J. (2023). Developing an indicator of community appreciation of biodiversity. Environmental and Sustainability Indicators, 19, 100278. https://doi.org/10.1016/j.indic.2023.100278

Fitriandhini, D., & Putra, A. (2022). Dampak kerusakan ekosistem hutan oleh aktivitas manusia: Tinjauan terhadap keseimbangan lingkungan dan keanekaragaman hayati. Jurnal Kependudukan dan Pembangunan Lingkungan, 3(3), 217–226. https://doi.org/10.5614/jkpl.2022.3.3.217

Flores, B. M., & Staal, A. (2022). Feedback in tropical forests of the Anthropocene. Global Change Biology, 28(17), 5041–5061. https://doi.org/10.1111/gcb.16364

Global Forest Watch. (2024). Indonesia deforestation data dashboard. World Resources Institute. https://www.globalforestwatch.org/dashboards/country/IDN/?lang=id

Gonçalves, A. C., & Fonseca, T. F. (2023). Influence management and disturbances on the regeneration of forest stands. Frontiers in Forests and Global Change, 6, 1123215. https://doi.org/10.3389/ffgc.2023.1123215

Hartmann, H., Bastos, A., Das, A. J., Esquivel-Muelbert, A., Hammond, W. M., Martínez-Vilalta, J., ... & Allen, C. D. (2022). Climate change risks to global forest health: Emergence of unexpected events of elevated tree mortality worldwide. Annual Review of Plant Biology, 73(1), 673–702. https://doi.org/10.1146/annurev-arplant-102720-125350

Imron, M. A. (2022). Pemodelan berbasis individu untuk konservasi satwa liar. UGM Press. https://ugmpress.ugm.ac.id/id/product/konservasi/pemodelan-berbasis-individu-untuk-konservasi-satwa-liar

Iordăchescu, G., & Vasile, M. (2023). Forests of fear: Illegal logging, criminalization, and violence in the Carpathian Mountains. Annals of the American Association of Geographers, 113(9), 2108–2125. https://doi.org/10.1080/24694452.2022.2131473

Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. (2025, March 20). Hutan dan deforestasi Indonesia tahun 2024 [Press release]. KLHK. https://kehutanan.go.id/news/article-10

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. (2024, March 20). Hutan dan deforestasi Indonesia tahun 2024 [Press release]. KLHK. https://kehutanan.go.id/news/article-10

Kingazi, N., Temu, R. A., Sirima, A., & Jonsson, M. (2024). Tropical agroforestry supports insect pollinators and improves bean yield. Journal of Applied Ecology, 61(5), 1067–1080. https://doi.org/10.1111/1365-2664.14563

Mangatas, R. (2021). Kajian alih fungsi lahan hutan serta peranannya dalam penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Perbatasan Kalimantan Barat. In Prosiding Seminar Nasional SATIESP (pp. 140–155). Universitas Tanjungpura. https://doi.org/10.31219/osf.io/7nvch

Nur, M. I., Fraiskam, N., Pangaribuan, R. F., & Samad, E. C. (2021). Persetujuan lingkungan dalam Undang-Undang Cipta Kerja dan dampak dari UU Ciptaker bagi lingkungan. Jurnal Syntax Admiration, 2(12), 2352–2366. https://doi.org/10.46799/jsa.v2i12.372

Samudera, R. S. (2025). Implementasi kebijakan UU Cipta Kerja dalam tata kelola ketenagakerjaan, lingkungan, dan perizinan berusaha berbasis risiko di Indonesia pasca-pandemi. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 55(2), 233–250. https://doi.org/10.21143/jhp.vol55.no2.501

Sipayung, R. (2025). Implikasi kebijakan persetujuan lingkungan terhadap perlindungan lingkungan hidup di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja (Doctoral dissertation, Universitas Islam Sumatera Utara). http://repository.uisu.ac.id/handle/123456789/1050

Ulyshen, M., Urban‐Mead, K. R., Dorey, J. B., & Rivers, J. W. (2023). Forests are critically important to global pollinator diversity and enhance pollination in adjacent crops. Biological Reviews, 98(4), 1118–1141. https://doi.org/10.1111/brv.12956

Wang, S., Foster, A., Lenz, E. A., Kessler, J. D., Stroeve, J. C., Anderson, L. O., ... & Hausfather, Z. (2023). Mechanisms and impacts of Earth system tipping elements. Reviews of Geophysics, 61(1), e2021RG000757. https://doi.org/10.1029/2021RG000757

World Wide Fund for Nature (WWF). (2024). Sumatran orangutan. World Wildlife Fund. https://www.worldwildlife.org/species/sumatran-orangutan

World Wide Fund for Nature. (2024). Sumatran orangutan population status report. WWF Indonesia. https://www.wwf.or.id

Diterbitkan

2025-08-12

Cara Mengutip

Dampak Undang-Undang Cipta Kerja terhadap Keberlanjutan Lingkungan dan Sumber Daya Hutan di Indonesia. (2025). Journal of Nature, Plants, and Animals Studies, 1(1), 1-9. https://scriptaintelektual.com/vivaterra/article/view/30