Sosialisasi Pembebasan Bersyarat pada Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Watampone

Penulis

  • Andi Hartawati Universitas Andi Sudirman Penulis
  • Elvi Susanti Syam Institut Andi Sapada Penulis
  • Sumiati Beddu Universitas Ichsan Gorontalo Penulis

DOI:

https://doi.org/10.65310/k83jdp74

Abstrak

The purpose of this community service is to disseminate information on the implementation of parole in accordance with Law Number 22 of 2022 to prisoners, and to identify the supporting and inhibiting factors at the Watampone Class IIA Prison. This dissemination uses the lecture method to all inmates and correctional officers, followed by a question and answer session and the distribution of questionnaires, which are then analyzed juridically and empirically using a qualitative approach, utilizing primary and secondary data. Primary data was obtained through interviews with officials and correctional officers, as well as questionnaires given to inmates who were recipients or potential recipients of parole. Secondary data was sourced from laws and regulations, literature, and official prison documents. The results of the socialization show that the implementation of parole at the Watampone Class IIA Prison for the 2021–2024 period has been optimal, with an increasing trend in the number of recipients each month and a 90% success rate in completing the probation period without violations. Supporting factors include the commitment of officers, clear regulations, an integrated data system, and service innovations. Hindering factors include limited human resources, administrative constraints, minimal infrastructure, community stigma, unknown whereabouts of family guarantors, and disciplinary violations by prisoners that result in failure to obtain parole..

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Adiprabowo, F., Jumhana, E., Hidayat, R., & Nainggolan, C. F. (2025). Pemberian Upah Kerja sebagai Pemenuhan Hak Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan di Indonesia. Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, 3(1), 49-64. https://doi.org/10.61404/jimi.v3i1.354.

Ali, M. (2007). Sistem Peradilan Pidana Progresif; Alternatif dalam Penegakan Hukum Pidana. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 14(2). https://doi.org/10.20885/iustum.vol14.iss2.art2.

Ardiansyah, A., & Subroto, M. (2022). Implementasi Pemberian Pembebasan Bersyarat Kepada Narapidana Pidana Umum Pada Masa Pandemi Covid-19 di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bengkulu. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha, 10(2), 461-475. https://doi.org/10.23887/jpku.v10i2.47568.

Aslam, A. F. (2024). Program Reintegrasi Sosial Pada Warga Binaan Pemasyarakatan Di Lapas Kelas Iia Serang. Journal Central Publisher, 2(1), 1500-1513. https://doi.org/10.60145/jcp.v2i1.332.

Asmawati, H. (2022). Analisis Penguatan Sistem Pemasyarakatan Melalui Konsep Reintegrasi Sosial. Jurnal Mengkaji Indonesia, 1(2), 172-186. https://doi.org/10.59066/jmi.v1i2.209.

Dewi, E. M., Setiawan, I., Rusydi, I., & Supriyatin, U. (2024). Implementasi Pasal 83 Ayat (3) Huruf A Angka 1 Peraturan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2022 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Nomor 3 Tahun 2018 Tentang Syarat Dan Tata Cara. Pustaka Galuh Justisi, 2(2), 180-198. https://doi.org/10.25157/pustaka.v2i2.4058.

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. (2022). Petunjuk Pelaksanaan Pemenuhan Hak Bersyarat terhadap Narapidana sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, Nomor PAS-20.OT.02.02 Tahun 2022. Diakses dari: https://sdp.ditjenpas.go.id/patch_sdp/JukLak_PAS- 20.OT.02.02_Tahun_2022.pdf

Irwanto, I., Ghoni, A., Jaya, A., & Hartawati, A. (2025). Literature Review: The Effectiveness of the Implementation of Restorative Justice in the Criminal Justice System in Indonesia. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 4(3), 4718-4723. https://doi.org/10.31004/riggs.v4i3.2685.

Irwanto, M. (2025). Perlindungan Hak Narapidana Terhadap Ancaman Kekerasan di Lembaga Pemasyarakatan. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(4), 3389-3398. https://doi.org/10.61104/alz.v3i4.1789.

Jumarni, J. (2019). Peran Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Watampone Dalam Pembinaan Narapidana Penyalahgunaan Narkoba Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan. Jurnal Al-Dustur, 2(2), 73-107. https://doi.org/10.30863/jad.v2i2.502.

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Selatan.(2023). Laporan Tahunan Pembebasan Bersyarat. Makassar.Ditjen Pas Sulsel.

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Watampone. (2023). Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Tahun 2023. Watampone: Lapas Kelas IIA Watampone.

Madjid, M. F. (2018). Tinjauan Hukum Islam terhadap Perlindungan Hukum Narapidana Wanita Dalam Sistem Pemsyarakatan (Studi Kasus Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Watampone). Jurnal Al-Qadau: Peradilan dan Hukum Keluarga Islam, 5(1), 107-130. https://doi.org/10.24252/al-qadau.v5i1.5671.

Probowo, J., Suharianto, D., & Hartana, H. (2025). Kedudukan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 23 Tahun 2022 Tentang Penanganan Dugaan Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dalam Sistem Perundang-Undangan di Indonesia. Syntax Idea, 7(10), 1332-1341. https://doi.org/10.46799/syntaxidea.v7i10.13718.

Putra, A. M. S., Hartoyo, H., & Subekti, S. (2025). Strategi Pembinaan Narapidana Residivis Pencurian Dalam Mencegah Residivisme Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas Iia Sidoarjo. Jurnal Ilmiah Advokasi, 13(4). https://doi.org/10.36987/jiad.v13i4.7876.

Rachmat Ariadi. (2024, 7 Maret). Lapas Palopo Over Kapasitas, Daya Tampung 350 Napi tapi Diisi 847 Orang. DetikSulsel. Diakses dari https://www.detik.com/sulsel/palopo/d-7229447/lapas-palopo-over- kapasitas-daya-tampung-350-napi-tapi-diisi-874-orang.

Romadani, A., & Ridha, I. (2023). Pembebasan Bersyarat Terhadap Narapidana Lembaga Pemasyarakatan. Journal of Sharia and Law, 2(1), 335-349. https://doi.org/10.1234001/jsl.v2i1.

Santoso, B. P., & Simangunsong, F. (2025). Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 Sebagai Pemberian Bebas Bersyarat Pelaku Tindak Pidana Korupsi. Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, 14(4), 131-140. https://doi.org/10.6679/gh1kfb47.

Subardi, A. R. (2025). Implementasi Keadilan Restoratif sebagai Penyelesaian Tindak Pidana Anak pada Wilayah Kerja Balai Pemasyarakatan Kelas II Polewali. Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(7). https://doi.org/10.56370/jhlg.v6i7.1312.

Syam, E. S., Hartawati, A., & Purwanda, S. (2025). Regulation of “Bilik Asmara” in Indonesian Correctional Institutions Between Human Rights and Security. Ipso Jure, 2(11), 1-14. https://doi.org/10.62872/jves7410.

Syam, E. S., Supriyanto, H. E., & Hartawati, A. (2024). Execution of State Administrative Judicial Decisions a Mirror of the Authority Court. Journal of Law and Sustainable Development, 12(1), e2571-e2571. https://doi.org/10.55908/sdgs.v12i1.2571.

Tawang, M. H. D., & Fadlian, A. (2022). Analisis Yuridis Pemberian Remisi Terhadap Narapidana Berdasarkan Peraturan Menteri Hukum Dan Ham Nomor 7 Tahun 2022 Tentang Syarat Dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, Dan Cuti. Jurnal Rectum: Tinjauan Yuridis Penanganan Tindak Pidana, 4(2), 613-622. http://dx.doi.org/10.46930/jurnalrectum.v4i2.2111.

Waruwu, R. (2025). Pemberian Remisi Terhadap Narapidana Ditinjau Dari Peraturan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Nomor 16 Tahun 2023 Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas Iii Telukdalam. Jurnal Panah Keadilan, 4(1), 75-89. https://doi.org/10.57094/jpk.v4i2.3816.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-13

Cara Mengutip

Sosialisasi Pembebasan Bersyarat pada Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Watampone. (2026). Journal of Community Service and Engagement, 1(2), 100-112. https://doi.org/10.65310/k83jdp74