Optimalisasi Limbah Kulit Pisang Sebagai Pupuk Organik Cair untuk Mendukung Pertanian Ramah Lingkungan di Kampung Sungai Gumut, Hulu Selangor, Malaysia

Penulis

  • Khansa Ghaida Ainaya Universitas Negeri Semarang Penulis
  • Baeeta Baiysa Bazlaa Universitas Negeri Semarang Penulis
  • Bianca Jazzmine Sharon Pang Universitas Negeri Semarang Penulis
  • Radite Ranggi Ananta Universitas Negeri Semarang Penulis

DOI:

https://doi.org/10.65310/vwm3fv90

Kata Kunci:

Pertanian Berkelanjutan, Limbah Kulit Pisang, Pupuk Organik Cair, Pelayanan, Masyarakat

Abstrak

Pertanian berkelanjutan menuntut pemanfaatan sumber daya lokal secara efisien dan ramah lingkungan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pengolahan limbah kulit pisang menjadi pupuk organik cair (POC). Kulit pisang memiliki kandungan unsur hara makro dan mikro yang bermanfaat, namun umumnya hanya dibuang sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Kampung Sungai Gumut Tambahan, Hulu Selangor, Malaysia, dengan metode eksperimental dan pendekatan partisipatif. Warga dilibatkan dalam proses pembuatan POC mulai dari pencacahan kulit pisang, pencampuran dengan molase, hingga penambahan bioaktivator (EM4 atau probiotik Lactobacillus casei). Fermentasi dilakukan dalam wadah 10 liter selama 7–14 hari. Hasil menunjukkan pupuk cair berwarna coklat, beraroma fermentasi, dan homogen, yang mampu meningkatkan kesuburan tanah serta pertumbuhan tanaman. Kegiatan ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan limbah organik dan membuka peluang usaha kecil berbasis agribisnis.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Ainaya, K. G. (2025, Agustus 18). UNNES X UTM Community Service Program: Inovasi Pupuk Cair Organik Kulit Pisang untuk Warga Kampung Gumut Tambahan. KOMPASIANA. https://www.kompasiana.com/khansaghaidaainaya2817/68a351cbed6415200922d282/unnes-x-utm-community-service-program-inovasi-pupuk-cair-organik-kulit-pisang-untuk-warga-kampung-gumut-tambahan?page=1&page_images=2.

Alkatiri, A., Handayani, R. T. N., Rosa, O., Bahruna, M. A., & Arum, D. P. (2024). Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari Limbah Rumah Tangga Sebagai Solusi Ramah Lingkungan untuk Pertanian Berkelanjutan pada Desa Klurak Candi Sidoarjo. KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 360-367.

Azzahra, A., Guniarti, G., & Dewanti, F. D. (2023). Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair Kulit Pisang Kepok terhadap Produksi Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.). Agro Bali: Agricultural Journal, 6(1), 82-92.

Hikal, W. M., Ahl, H. a. H. S., Bratovcic, A., Tkachenko, K. G., Sharifi-Rad, J., Kačániová, M., Elhourri, M., & Atanassova, M. (2022). Banana peels: a waste treasure for human being. Evidence-based Complementary and Alternative Medicine, 2022, 1–9. https://doi.org/10.1155/2022/7616452.

Ibrahim, Y., & Tanaiyo, R. (2018). Respon tanaman sawi (Brasicca Juncea L.) terhadap pemberian pupuk organik cair (POC) kulit pisang dan bonggol pisang. Agropolitan, 5(1), 63-69.

Kennedy Panjaitan, W., ElizaBeth Mustamu, N., Hartati Yusida Saragih, S., & Haryati Adam, D. (2022). Aplikasi pupuk organik cair kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L.) terhadap perkembangan pembibitan kelapa sawit pre nursery. Jurnal Pertanian Agros, 24(2), 700–709.

Khanyile, N., Dlamini, N., Masenya, A., Madlala, N. C., & Shezi, S. (2024). Preparation of Biofertilizers from Banana Peels: Their Impact on Soil and Crop Enhancement. Agriculture, 14(11), 1894. https://doi.org/10.3390/agriculture14111894.

Kurniawan, D., Berliana, Y., Putra, I. A., Juniarsih, T., Nadhira, A., Sijabat, O. S., ... & Sugiarto, A. (2022). Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) Dengan Menggunakan Limbah Kulit Pisang. Jurnal Abdimas Maduma, 1(1), 23-27.

Mariska, R., Faisal, M., Rosnelly, C. M., & Mirda, E. (2024). Characteristics of Liquid Waste-Derived Organic Fertilizer Enriched With Oil Palm Empty Fruit Bunches Ash Through Anaerobic Fermentation. Elkawnie: Journal of Islamic Science and Technology, 10(2), 318. https://doi.org/10.22373/ekw.v10i2.18444

Mata, M. H., Tefa, A., Tnunay, I. M. Y., Hanas, D. F., & Nalle, M. N. (2023). Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dan Cara Pengaplikasian pada Tanaman Budidaya. ABDI UNISAP Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 103–109. https://doi.org/10.59632/abdiunisap.v1i2.199.

Mazlina, M., Koryati, T., & Yunidawati, W. (2024). Pemberian Pupuk Organik Cair Limbah Kulit Pisang Dan Pupuk Kalium Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Okra. Juripol (Jurnal Institusi Politeknik Ganesha Medan), 7(1), 73-86.

Putra, S. H. J., Tereng, P. M., Aprilia, M. G., Anne, T. S., Lina, O. D., Novianti, K., & Koten, P. (2024). Efektivitas Pemberian Pupuk Organik Cair Dari Limbah Kulit Pisang Kepok (Musa Parasidiaca) Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi Hijau. Biogenerasi, 9(2), 1222–1231.

Rohman, S. N., Widyanti, T., Mutaqin, E. J., & Nurfitriani, A. (2024). Upaya Menumbuhkan Literasi Digital dan Bijak Bersosial Media pada Masyarakat Desa Neglasari Kec. Limbangan Kab. Garut. Badranaya, 2(01), 23–27. https://doi.org/10.31980/badranaya.v2i01.750

Rusdiyana, R., Indriyanti, D. R., Marwoto, P., Iswari, R. S., & Cahyono, E. (2022). Pengaruh Pupuk Organik Cair dari Kulit Kacang Tanah dan Kulit Pisang terhadap Pertumbuhan Vegetatif Bayam. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 8(2), 528–533. https://doi.org/10.29303/jppipa.v8i2.1331

Sari, D. K., Werena, R. D., Anwar, H., Mayasari, R., & Djana, M. (2024). Pemanfaatan limbah kulit pisang menjadi pupuk organik cair anti hama dengan penambahan EM-4. MESTAKA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(3), 274–278. https://doi.org/10.58184/mestaka.v3i3.373.

Unduhan

Diterbitkan

2025-08-20

Cara Mengutip

Optimalisasi Limbah Kulit Pisang Sebagai Pupuk Organik Cair untuk Mendukung Pertanian Ramah Lingkungan di Kampung Sungai Gumut, Hulu Selangor, Malaysia. (2025). Journal of Community Service and Engagement, 1(1), 26-33. https://doi.org/10.65310/vwm3fv90