Issues Regarding Exceptions and Counterclaims in Civil Court Practice
DOI:
https://doi.org/10.65310/espxtp62Keywords:
Exception, Legal Certainty, Civil Procedure, Interlocutory Decision, Counterclaim.Abstract
This article examines the doctrinal and procedural challenges in the application of exception (eksepsi) and counterclaim (rekonvensi) within Indonesian civil justice practice, emphasizing their normative structure and judicial interpretation. Using a normative juridical method with statutory and conceptual approaches, the study analyzes primary legal instruments including HIR, RBg, Burgerlijk Wetboek, and Rv, supported by jurisprudence and academic doctrine. The findings indicate that ambiguities in classification, procedural requirements, and the relational nexus between principal claims and counterclaims generate inconsistent judicial outcomes and weaken legal certainty. In addition, the lack of harmonization between traditional procedural norms and contemporary developments, such as electronic court systems and procedural justice principles, contributes to inefficiency and fragmentation in dispute resolution. The study proposes a systematic normative reconstruction through interpretative integration and regulatory refinement to enhance coherence and predictability. Strengthening the clarity and alignment of these procedural mechanisms is essential to ensuring an effective, fair, and modern civil procedural system in Indonesia.
Downloads
References
Aprinelita, A., Iqbal, M., & Rizhan, A. (2025). Analisis Pertimbangan Hakim Pengadilan Agama Teluk Kuantan Tentang Harta Bersama (Studi Putusan Nomor 83/Pdt. G/2025/PA. TLK). Jurnal Kajian Ilmu Hukum, 4(2), 205-216. https://doi.org/10.55583/jkih.v4i2.1514
br Tarigan, F. O., Sabina, S., Manurung, A. M., Siahaan, P. G., & Batu, D. P. L. (2023). Analisis Yuridis Gugatan Wanprestasi Yang Tidak Dapat Diterima “Niet Onvantkelijke Verklaard”(Studi Kasus Nomor 79/Pdt. G/2023/PN Mdn). Media Informasi Penelitian Kabupaten Semarang, 5(2), 94-108. https://doi.org/10.55606/sinov.v5i2.679
Burgerlijk Wetboek (Kitab Undang-Undang Hukum Perdata). (1847). Staatsblad 1847 No. 23.
Gemilang, K. (2023). Analisis Hukum Penelantaran Tanah Girik dan Pembuatan Sertifikat Oleh Pihak Lain Serta Upaya Penyelesaian Sengketanya. AL-MANHAJ: Jurnal Hukum Dan Pranata Sosial Islam, 5(1), 159-174. https://doi.org/10.37680/almanhaj.v5i1.2337
Harahap, I., & Pratiwi, R. (2023). Perkembangan pengaturan anti-SLAPP di bidang lingkungan hidup menurut hukum Indonesia. Jotika Research in Business Law, 2(2), 83-89. https://doi.org/10.56445/jrbl.v2i2.96
Harahap, M. Y. (2022). Hukum Acara Perdata: Tentang Gugatan, Persidangan, Penyitaan, Pembuktian, dan Putusan Pengadilan (Edisi Kedua, Cetakan Keempat). Jakarta: Sinar Grafika.
Het Herziene Indonesisch Reglement (HIR). (1941). Staatsblad 1941 No. 44.
Hidayah, N. P. (2024). Penolakan Rekonvensi: Keterkaitan Dengan Konvensi Kajian Putusan Nomor 288/Pdt.G/2021/PN.Jkt.Utr. Jurnal Yudisial, 17(3), 312–329. https://doi.org/10.29123/jy.v17i3.700
Izzati, F. R., Rachmainy, L., & Putri, S. A. (2024). Studi Kasus Gugatan dalam Rekonvensi tentang Pengangkatan Sita Jaminan pada Perkara Perlawanan dalam Putusan Nomor 452/Pdt.G/2023/PA JT. Jurnal Politik, Sosial, Hukum Dan Humaniora, 2(3), 138–149. https://doi.org/10.59059/mandub.v2i3.1365
Kamilah, T., & Wiraguna, S. A. (2025). Perkembangan Alternatif Penyelesaian Sengketa (ADR) dalam Perspektif Hukum Acara Perdata Modern. Jurnal Kajian Ilmu Sosial, Politik Dan Hukum, 2(4), 174–186. https://doi.org/10.62383/terang.v2i4.1460
Lina, L., Fahmi, F., & Afrita, I. (2024). Kepastian Hukum Pemberhentian Direksi Secara Sepihak Berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(5), 5462-5472. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i5.15646
Lubis, F., Syam, T. A., Sagala, L. F., Ritonga, A. E., Febriani, L., & Sigit, S. (2025). Analisis Verzet Terhadap Putusan Verstek dalam Hukum Acara Perdata. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik Dan Humaniora, 4(2), 726–735. https://doi.org/10.55606/jurrish.v4i2.5248
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2016). Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan.
Mahkamah Agung Republik Indonesia. (2019). Peraturan Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2019 tentang Gugatan Sederhana.
Marta, R., & Fendri, A. (2024). Akibat Hukum Perceraian terhadap Harta Bersama yang Menjadi Agunan Pada Bank Nagari Cabang Pembantu Bawan: Studi Putusan Pengadilan Agama Lubuk Basung Nomor 80/Pdt. G/2020/PA. LB. Unes Journal of Swara Justisia, 8(3), 558-570. https://doi.org/10.31933/abfz2p49
Munawarah, M., & Aswadi, K. (2025). Analisis Kedudukan Hukum Dan Hak Perusahaan Pma Dalam Penyelesaian Sengketa Jual Beli Tanah (Studi Putusan No. 177/Pdt. G/2023/Pn. Mataram). Unizar Recht Journal (URJ), 4(1), 144-156. https://doi.org/10.36679/urj.v4i1.248
Muwaffika, A., & Harahap, M. Y. (2025). Hukum Ganti Rugi Pembatalan Peminangan Menurut Yurisprudensi Dalam Perkara Mahkamah Agung No. 1167/K/Pdt/2013: Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(1), 1036-1047. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i1.1699
Purba, S. T. P., Andiza, D., & Fitrianto, B. (2025). Analisis Yuridis Gugatan Rekonvensi Dalam Sengketa Wanprestasi Terhadap Pengalihan Hak Atas Tanah Dan Bangunan Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor 923 K/PDT/2020. Jurnal Hukum, 6(03), 513–520. https://doi.org/10.54209/judge.v6i03.1512
Putri, N. N. P., Nabilah, U. N., & Putri, R. C. (2026). Transformasi Hukum Acara Perdata dalam Era E-Court: Analisis Procedural Justice antara HIR/RBg dan PERMA No. 1 Tahun 2019. Jurnal Hukum, Pendidikan Dan Sosial Humaniora, 3(2), 80–92. https://doi.org/10.62383/aliansi.v3i2.1617
Rahmawati, F., & Susilo, A. B. (2023). Analisis Yuridis Tentang Sengketa Tanah Waris Yang Telah Terjadi Peralihan Hak Atas Dasar Jual Beli (Studi Kasus Nomor 237/Pdt. G/2021/PA. Sal.). ADIL Indonesia Journal, 4(1), 8-24. https://doi.org/10.35473/aij.v4i1.1991
Rechtsreglement voor de Buitengewesten (RBg). (1927). Staatsblad 1927 No. 227.
Reglement op de Burgerlijke Rechtsvordering (Rv). (1847). Staatsblad 1847 No. 52.
Rochman, M. H. (2023). Juridical Analysis of Unlawful Acts in a Land Grabbing Case Without Ownership Rights. TARUNALAW: Journal of Law and Syariah, 1(02), 166-174. https://doi.org/10.54298/tarunalaw.v1i02.157
Rumawi, Bagenda, C., & Jiwantar, F. A. (2021). Hukum Acara Perdata. Bandung: Widina Bhakti Perdata.
Sebastian, N., & Masyhar, A. (2023). Implementasi anti-SLAPP (strategic lawsuit action against public participation) dalam pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup. KREASI: Jurnal Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat, 3(1), 8-18. https://doi.org/10.58218/kreasi.v3i1.512
Siregar, M., Kamello, T., Purba, H., & Sembiring, R. (2023). Pemisahan gugatan wanprestasi dan perbuatan melawan hukum dalam perspektif hukum materiil dan penerapan di pengadilan. Locus Journal of Academic Literature Review, 532-548. https://doi.org/10.56128/ljoalr.v2i6.187
Syamsiah, I. N. (2026). Kekuatan Pembuktian Surat di Bawah Tangan dan Implikasinya terhadap Kepastian Hukum dalam Sengketa Perdata:(Analisis Putusan No. 26/Pdt. G/2024/PN Mgg). Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1), 3235-3248. https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3662
Teguh, P. P. (2026). An Analysis Of Obscuur Libel As A Manifestation Of The Tension Between Civil Procedural Formalism And Access To Justice. Journal Of Law, 8(1), 14–26. https://doi.org/10.24014/je.v8i1.39103
Teguh, P. P. (2026). Putusan Sela Dalam Hukum Acara Perdata Indonesia: Analisis Atas Fungsi Dan Kepastian Hukum. Iuris Studia: Jurnal Kajian Hukum, 7(1), 34-41. https://doi.org/10.55357/is.v7i1.1156
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman. (2009).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1986 tentang Peradilan Umum. (2009).
Waruwu, R. P. R. (2022). Urgensi Reformasi Sistem Hukum Acara Perdata Dalam Perspektif Ketentuan Pasal 136 HIR /162 RBG. Jurnal Pilar Keadilan, 1(2), 32–57. https://doi.org/https://doi.org/10.59635/jpk.v1i2.229
Zainal, E., Madiong, B., & Waspada. (2023). Penerapan Rekonvensi Sebagai Hak Tergugat Dalam Pengasuhan Anak Di Pengadilan Agama Sidrap. Indonesian Journal of Legality of Law, 6(1), 78–84. https://doi.org/10.35965/ijlf.v6i1.3818


















