Privatisasi Ruang Laut dan Problematika Pengendalian Tata Ruang Pesisir: Studi Kasus Pagar Laut Tangerang

Penulis

  • Muhamad Febri Pribadi Universitas Negeri Semarang Penulis
  • Ngesti Mukti Rezeki Universitas Negeri Semarang Penulis
  • Muhammad Anas Ulil Abshor Munif Universitas Negeri Semarang Penulis
  • Nataneila Astya Putri Asmana Universitas Negeri Semarang Penulis
  • Aprila Niravita Universitas Negeri Semarang Penulis
  • Muhammad Adymas Hikal Fikri Universitas Negeri Semarang Penulis

DOI:

https://doi.org/10.65310/t2n5j463

Kata Kunci:

Coastal Spatial Planning, Ecological Governance, Marine Privatization, Spatial Dispossession, Preventive Law Enforcement.

Abstrak

This study examines the juridical dynamics of marine spatial privatization and the weaknesses of coastal spatial control through the case of the Tangerang sea fence. The research employed normative legal research using statutory, conceptual, and case approaches supported by secondary legal materials, including legislation, court decisions, academic literature, and institutional reports. The findings indicate that marine spatial privatization occurred through physical restriction, administrative manipulation, and functional transformation of coastal areas that excluded traditional fishing communities from their living space. The study further reveals that regulatory fragmentation, post-HP3 normative gaps, overlapping institutional authority, and weak coastal supervision created structural vulnerabilities within Indonesia’s coastal governance system. Law enforcement mechanisms remained reactive and sectoral, resulting in delayed state intervention and inadequate protection of coastal communities. This study proposes reconstructing coastal spatial governance through integrated supervision, spatial technology, participatory monitoring, regulatory harmonization, and preventive law enforcement based on ecological governance and spatial justice principles.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Adnyani, K. S., Suryana, K. D., Wiratini, N. M., & Parwati, N. P. E. (2026). Pengelolaan Sumber Daya Pesisir Tianyar Mengedepankan Pendekatan Nonkonfrontatif Berbasis Tri Hita Karana Mendukung One Map Policy Blue Economy Berkelanjutan. Jurnal Ilmiah Sains Sosial, Kewirausahaan dan Kebudayaan, 4(1). https://doi.org/10.58878/jissiwirabuda.v4i1.436

Amalia, S. D., Gulshan, N., Ningrum, C. G., & Izazqi, R. (2025). Problematika Hukum Pagar Laut yang Berdampak pada Mata Pencaharian Nelayan di Tangerang, Banten. Forschungsforum Law Journal, 2(02), 192-207. https://doi.org/10.35586/flj.v2i02.10822

Amaliyah, A. (2025). Sosiologi Pendidikan: Analisis Konflik Pembangunan Pagar Laut Tangerang Selatan. AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Humanis, 5(2), 730-745. https://doi.org/10.37481/jmh.v5i2.1416

Andriyani, L. (2023). Relasi Kuasa Pemerintah Surabaya Dalam Pemenuhan Ruang terbuka Hijau. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 8(1), 77-98. https://doi.org/10.14710/jiip.v8i1.15593

Anggraini, N., Ichlas, R. I., & Asnani, M. S. (2025). Kepastian Hukum Sertipikat Hak Atas Tanah di Atas Laut. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 4(12), 4478-4487. https://doi.org/10.55681/sentri.v4i12.5203

Dahuri, R. (2018). Pengelolaan sumber daya wilayah pesisir dan lautan secara terpadu. Pradnya Paramita.

Falah, M. H., & Aptasari, F. W. (2025). Ekonomi Biru, Pertumbuhan Biru, dan Keadilan Sosial: Perspektif Akuntansi. Jurnal Ilmiah Wahana Akuntansi, 20(1), 46-64. https://doi.org/10.21009/wahana.20.015

Fikarudin, W., Martadikusuma, A. D., & Pratama, S. Y. (2025). Tinjauan Yuridis terhadap Kasus Pagar Laut di Kabupaten Tangerang dari Persepktif Hukum Progresif. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(2), 382-396. https://doi.org/10.61104/alz.v3i2.1035

Hakim, M. L., & Mokodompit, E. A. (2025). Pelanggaran Keamanan Maritim Pagar Laut dan Solusi Pencegahannya. Jurnal Dinamika Sosial Dan Sains, 2(5), 719-726. https://doi.org/10.60145/jdss.v2i5.169

Harris, F. (2025). Tanggung Jawab Badan Pertahanan Nasional (BPN) dalam Penerbitan Sertifikat Ilegal di Laut. Arus Jurnal Sosial dan Humaniora, 5(2), 2240-2246. https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i2.1502

Harvey, D. (2003). The new imperialism. Oxford University Press.

Helmi. (2021). Hukum lingkungan dan pengelolaan pesisir di Indonesia. Kencana.

Iin, S., Pujiestu, S., Oktafiana, D. A., & Harimurti, Y. W. (2025). Tanggung Jawab Hukum Badan Pertanahan Nasional dalam Kasus Pemagaran Laut Tangerang oleh Korporasi. ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora, 3(4), 117-126. https://doi.org/10.59246/aladalah.v3i4.1671

Irawan, M. A. F., & Wahyuni, R. (2025). Legal Protection for Coastal Communities Regarding the Issuance of Land Certificates for Sea Fence Construction Projects: Perlindungan Hukum Masyarakat Pesisir terhadap Terbitnya Sertifikat Tanah Proyek Pembangunan Pagar Laut. Academia Open, 10(2), 10-21070. https://doi.org/10.21070/acopen.10.2025.12948

Martadikusuma, A. D. (2025). Kejanggalan Hukum dan Ekologis dalam Pembangunan Pagar Laut Tangerang: Kajian atas Regulasi dan Dampaknya. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(2), 430-438. https://doi.org/10.61104/alz.v3i2.1050

Maula, N. R., Rahmatiar, Y., Abas, M., & Sanjaya, S. (2025). Legitimasi Penerbitan Sertifikat Hak Atas Tanah di Wilayah Perairan Laut dalam Hukum Agraria Indonesia. JURNAL USM LAW REVIEW, 8(3), 2139-2154. https://doi.org/10.26623/julr.v8i3.12332

Octaviani, D., & Hendrawarman, H. (2025). Analisa Yuridis Terhadap Penerbitan Sertifikat Hak Guna Bangunan Di Wilayah Laut Pantai Indah Kapuk 2. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 2(5), 488-498. https://doi.org/10.61722/jmia.v2i5.6680

Pellokila, C. A. Z., Affandi, N. K., & Zamil, Y. S. (2025). Sistem Pengawasan Penerbitan Sertifikat Hak Guna Bangunan Dan Sertifikat Hak Milik Di Atas Laut. ACTA DIURNAL Jurnal Ilmu Hukum Kenotariatan, 8(2), 176-191. https://doi.org/10.23920/acta.v8i2.2275

Pono, W. K., Sabaat, Y. Y., & Bria, S. T. (2025). Dinamika Ruang Ekonomi Politik:(Studi Tentang Pembangunan Jogging Track di Wilayah Kawasan Sempadan Pesisir Kelapa Lima Kota Kupang). Sosial Simbiosis: Jurnal Integrasi Ilmu Sosial dan Politik, 2(2), 72-88. https://doi.org/10.62383/sosial.v2i2.1476

Putra, Z. V. A., & Tohari, A. (2025). Peran Badan Pertanahan Nasional Jawa Timur dalam Menanggapi Aduan Masyarakat Terkait Demo Barisan Nasional Pemuda Madura. Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(4), 1105-1116. https://doi.org/10.53299/bajpm.v5i4.2650

Ridwan H. R. (2020). Hukum administrasi negara. RajaGrafindo Persada.

Riyawan, D. P., & Ibrahim, A. L. (2024). Pre-Prosecution Efficiency and Islamic Justice: Revisiting the Role of Public Prosecutors in Indonesia. DIKTUM: Jurnal Syariah dan Hukum, 22(2). https://doi.org/10.35905/diktum.v22i2.13478

Rizqiyah, N. (2026). Legalitas Pemagaran Laut Dan Peran Notaris Dalam Pembuatan Akta Perjanjian Pemanfaatan Ruang Laut Berdasarkan Hukum Agraria. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(1), 3671-3682. https://doi.org/10.61104/alz.v4i1.3453

Siombo, M. R. (2019). Hukum perikanan nasional dan internasional. Gramedia.

Sumardjono, M. S. W. (2021). Penataan ruang dan perlindungan lingkungan hidup. Gadjah Mada University Press.

Tooli, M. R. (2025). Hak Atas Laut Dalam Bentuk Sertifikat: Bentuk Pengingkaran Terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 3/PUU-VIII/2010?. Iuris Studia: Jurnal Kajian Hukum, 6(1), 208-217. https://doi.org/10.55357/is.v6i1.894

Vasya, A. R., & Irmadela, F. A. (2025). Tinjauan Yuridis Pemberian Hak Atas Tanah di Wilayah Pesisir. Jurnal Hukum Lex Generalis, 6(9). https://doi.org/10.56370/jhlg.v6i4.1049

Wahda, M. A., Mappe, U. U., & Amsal, B. (2023). Penyusunan Naskah Akademik Ranperda Kabupaten Wajo tentang Perlindungan dan Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Darat. Ininnawa: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 78-85. https://doi.org/10.26858/ininnawa.v1i1.178

Arumingtyas, L. (2025, 5 Februari). 5 fakta pagar laut Tangerang, bagaimana proses hukumnya? Mongabay. https://mongabay.co.id/2025/02/05/5-fakta-pagar-laut-tangerang-bagaimana-proses-hukumnya/

Fajar, J. (2019, 1 Juli). 8 tahun setelah MK batalkan HP3, bagaimana kondisi pesisir Indonesia? Mongabay. https://mongabay.co.id/2019/07/01/8-tahun-setelah-mk-batalkan-hp3-bagaimana-kondisi-pesisir-indonesia/

Kiara. (2025, 15 Januari). Pemagaran laut di Kabupaten Tangerang, KIARA: Bentuk pembiaran dan tidak adanya penindakan serius oleh KKP! https://www.kiara.or.id/2025/01/15/pemagaran-laut-di-kabupaten-tangerang-kiara-bentuk-pembiaran-dan-tidak-adanya-penindakan-serius-oleh-kkp/

Perkim.id. (2025, 11 Juli). Pagar laut Tangerang: Bolehkah laut dimiliki perorangan? Bagaimana dengan sertifikat hak milik dan hak guna bangunan? https://perkim.id/kampung-pesisir/pagar-laut-tangerang-bolehkah-laut-dimiliki-perorangan-bagaimana-dengan-sertifikat-hak-milik-dan-hak-guna-bangunan/

Syarifudin, U. (2025, 24 Oktober). Revisi UU PWP3K: Laut sebagai amanat hukum dan warisan generasi. MARINews. https://marinews.mahkamahagung.go.id/artikel/revisi-uu-pwp3k-laut-sebagai-amanat-hukum-dan-warisan-06f

Yanuar, Y. (2025, 2 Februari). Polemik pagar laut Tangerang, pakar UGM: Ada indikasi usaha konversi laut jadi daratan. Tempo. https://www.tempo.co/sains/polemik-pagar-laut-tangerang-pakar-ugm-ada-indikasi-usaha-konversi-laut-jadi-daratan-1201585

Yoz. (2011, 17 Juni). Putusan MK tegaskan hak konstitusional nelayan. Hukumonline.com. https://www.hukumonline.com/berita/a/putusan-mk-tegaskan-hak-konstitusional-nelayan-lt4dfb6eee04a51/

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-22

Cara Mengutip

Privatisasi Ruang Laut dan Problematika Pengendalian Tata Ruang Pesisir: Studi Kasus Pagar Laut Tangerang. (2026). Jurnal Sosial Humaniora Dan Pendidikan, 1(4), 349-360. https://doi.org/10.65310/t2n5j463