Analisis Tingkat Kesesuaian Pintu Darurat pada Bangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Bengkulu Berdasarkan Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): Kajian Konseptual Berbasis Studi Literatur
DOI:
https://doi.org/10.65310/9xjg8637Kata Kunci:
Emergency Exit Door, Occupational Safety and Health, Building Safety, Evacuation Route, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)Abstrak
Emergency exit doors are critical components of building safety systems because they support rapid and safe evacuation during emergencies. This study aimed to analyze the compliance level of emergency exit doors in Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) buildings in Bengkulu City based on SNI 03-1746-2000 and Minister of Public Works Regulation No. 26/PRT/M/2008. A quantitative descriptive approach was employed using purposive sampling involving two SPPG buildings. Data were collected through direct observation using a structured checklist consisting of 17 assessment indicators, supported by semi-structured interviews and documentation. The data were analyzed using descriptive percentage statistics to determine the compliance level of five assessment aspects, namely means of egress reliability, emergency exit door requirements, evacuation routes, emergency lighting, and exit signage. The results revealed that Building A achieved a compliance level of 47.06%, while Building B achieved 41.18%, indicating that both buildings failed to meet occupational safety and health standards. Although evacuation routes generally provided access to safe areas, several deficiencies remained regarding door specifications, obstruction-free access, emergency lighting, and exit signs. Therefore, comprehensive improvements are required to enhance evacuation effectiveness and strengthen building safety management in SPPG facilities.management and improve service quality for both internal and external customers.
Unduhan
Referensi
Amin, S. F. A., Hamzah, B., dan Jamala, N. 2026. Architectural Planning for Integrated Fire Evacuation Routes in High-Rise Buildings in Makassar City. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, Vol. 1609, Article 012004. https://doi.org/10.20961/arst.v23i2.109839
Badan Gizi Nasional. 2024. Pedoman Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Badan Gizi Nasional, Jakarta.
Badan Standardisasi Nasional. 2000. SNI 03-1746-2000 Tata Cara Perencanaan dan Pemasangan Sarana Jalan Keluar untuk Penyelamatan terhadap Bahaya Kebakaran pada Bangunan Gedung. Badan Standardisasi Nasional, Jakarta.
BS EN 1125:2008. Building Hardware – Panic Exit Devices Operated by a Horizontal Bar.
International Code Council (ICC). International Building Code (IBC) 2024, Chapter 10: Means of Egress.
International Labour Organization. 2022. Fundamental Principles of Occupational Safety and Health. International Labour Organization, Geneva.
National Fire Protection Association (NFPA). NFPA 101: Life Safety Code.
National Fire Protection Association (NFPA). NFPA 105: Standard for Smoke Door Assemblies and Other Opening Protectives.
National Fire Protection Association (NFPA). NFPA 80: Standard for Fire Doors and Other Opening Protectives.
National Fire Protection Association. 2021. NFPA 101: Life Safety Code. National Fire Protection Association, Quincy, Massachusetts.
Nur, A., Zulfikar, I., dan Hardiyono. 2026. Evaluasi Kesesuaian Jalur Evakuasi pada Area Workshop dan Warehouse PT XYZ Berdasarkan Standar K3 dan Regulasi Terkait. EUNOIA: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1). https://doi.org/10.36277/eunoia.v5i1.1039
Pemerintah Republik Indonesia. 1970. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Sekretariat Negara Republik Indonesia, Jakarta.
Pemerintah Republik Indonesia. 2008. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26/PRT/M/2008 tentang Persyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran pada Bangunan Gedung dan Lingkungan. Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta.
Pemerintah Republik Indonesia. 2012. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Sekretariat Negara Republik Indonesia, Jakarta.
Pemerintah Republik Indonesia. 2024. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 83 Tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional. Sekretariat Negara Republik Indonesia, Jakarta.
Puspitasari, D., Anggraini, S. H., Trijayanti, E., Lubis, E., dan Fadilasari, D. 2022. Analisis Standar Jalur Evakuasi Bencana Kebakaran pada Pusat Perbelanjaan Mall Boemi Kedaton Bandar Lampung. Jurnal Rekayasa, Teknologi, dan Sains, 6(1). https://doi.org/10.33024/jrets.v6i1.5869
Rahmawati, F., Idham, N. C., dan Ababssi, R. 2025. Analysis of Evacuation Route and Fire Safety in Library: Case Study Main Library of Universitas Islam Indonesia. Arsitektura: Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan, 23(2), 259–270. https://doi.org/10.20961/arst.v23i2.109839
Sigarlaki, K. F., Lomban, R., Bilusajang, T. N. D. O., Dwiputri, W. S., Rorong, J. S., dan Makalew, F. P. 2021. Identifikasi Jalur Evakuasi Bencana di Gedung Pusat Politeknik Negeri Manado. Jurnal Teknik Sipil Terapan, 3(3), 111–120. https://doi.org/10.47600/jtst.v3i3.304
Sugiyono. 2022. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta, Bandung.
Suma'mur, P. K. 2014. Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (HIPERKES). Sagung Seto, Jakarta.
Tarwaka. 2017. Keselamatan dan Kesehatan Kerja: Manajemen dan Implementasi K3 di Tempat Kerja. Harapan Press, Surakarta.
World Health Organization. 1995. Global Strategy on Occupational Health for All. World Health Organization, Geneva.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Riki Setiadi, M. Wisridani P (Author)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.





















