Analisis Mutu dan Kinerja Bangunan Penahan Ombak di Kawasan Pantai Panjang Provinsi Bengkulu

Penulis

  • Cok Da Gibson Universitas Ratu Samban Penulis
  • Buyung Mantap Universitas Ratu Samban Penulis

DOI:

https://doi.org/10.65310/8qf2y733

Kata Kunci:

Breakwater, Coastal Erosion, Coastal Protection, Construction Quality, Pantai Panjang.

Abstrak

Pantai Panjang in Bengkulu Province is a strategic coastal area that supports tourism, local economic activities, and environmental protection but is highly vulnerable to wave attack and coastal erosion due to its direct exposure to the Indian Ocean. This study aims to evaluate the construction quality and performance of rubble mound breakwaters in reducing wave energy and controlling shoreline erosion. An empirical descriptive approach was employed through field observations, measurements at six observation points, drone documentation, interviews, and secondary data analysis. Construction quality was assessed based on material suitability, structural geometry, and damage level, while performance evaluation focused on wave attenuation, abrasion reduction, and overtopping occurrence. The results indicate that most breakwater segments remain in good condition, with an average wave transmission coefficient of 0.32 and approximately 63% reduction in shoreline erosion. Lower performance was identified at locations with inadequate material dimensions and reduced crest elevation. The findings emphasize the importance of regular maintenance and periodic performance evaluation to sustain the long-term effectiveness of coastal protection structures.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Akbar, S. A., Wiyono, R. U. A., & Hidayah, E. (2023). Perencanaan Bangunan Pelindung Pantai Di Desa Pesisir Besuki Kabupaten Situbondo. Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil, 13(1), 85–98. https://doi.org/10.29103/tj.v13i1.816

Alharis, M. G., Fauzi, M., & Suprayogi, I. (2025). Analisis Indeks Kinerja Bangunan Pemecah Gelombang Pantai Pulau Bengkalis. ECORINS Proceeding, 1(1), 512-521. https://ecorins.id/ecopro/article/view/77

Ardhanaresvari, T. R., Aryastana, P., & Suranata, P. G. (2025). Evaluasi Kinerja Bangunan Pengaman Pantai di Pantai Batu Mejan, Canggu. Dinamika Teknik Sipil: Majalah Ilmiah Teknik Sipil, 20-30. https://doi.org/10.23917/dts.v18i1.6030

Azima, F., Harmiyati, Agus, F., & Zaenal Muttaqin, M. (2023). Evaluasi Kinerja Breakwater Terhadap Gelombang di Pantai Tanjung Medang Kecamatan Rangsang Kabupaten Kepulauan Meranti: Evaluation of Breakwater Performance Against Waves At Tanjung Medang Beach, Rangsang District, Meranti Islands Regency. JURNAL SAINTIS, 23(01), 9–24. https://doi.org/10.25299/saintis.2023.vol23(01).25225

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. (2025). Data Gelombang dan Pasang Surut Bengkulu. BMKG.

Badan Standardisasi Nasional. (2016). SNI 8063:2016: Perencanaan Bangunan Pelindung Pantai. Badan Standardisasi Nasional.

Catherine, L. A., Pratikto, W. A., Suntoyo, J. M. T. S., & Bachtiar, V. (2021). Analysis of Soil Retaining Wall from Geosynthetic for Sea Reclamation to Become a New Land in the Beach. In Proceedings of the 7th International Seminar on Ocean and Coastal Engineering, Environmental and Natural Disaster Management - Volume 1: ISOCEEN, ISBN 978-989-758-516-6, pages 271-280. https://www.scitepress.org/PublishedPapers/2019/102876/

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Bengkulu. (2024). Laporan pemeliharaan Pantai Panjang. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Bengkulu.

Jaya, D. J. (n.d.). Kajian Bangunan Pelindung Pantai Dari Bahaya Abrasi/Erosi Dengan Menggunakan Breakwater Di Indonesia.

Kementerian Pekerjaan Umum. (2011). Pedoman Operasi dan Pemeliharaan Bangunan Pengaman Pantai (Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum Nomor 1/SE/M/2011). Kementerian Pekerjaan Umum.

Kerthajaya, I., & Novianingtyas, A. (2026). Analisis Struktur Pengaman Pantai Menggunakan Sistem Revetment dan Tetrapod di Kabupaten Sampang. WASTU: Jurnal Wacana Sains & Teknologi, 7(2), 91-102. https://doi.org/10.55173/c09s6y14

Komar, P. D. (1998). Beach Processes and Sedimentation (2nd ed.). Prentice Hall.

Mas'ud M, A. A., Paotonan, C., Sitorus, C. J. V., & Al Hakim, M. A. G. (2026). Probabilistic Evaluation of Seawall Performance Against Wave Run-Up and Overtopping Under Variable Water Levels at Serui Fuel Terminal. Maritime Park: Journal of Maritime Technology and Society, 68–79. https://doi.org/10.62012/mp.vi.48184

Muqsit, A., Johan, Y., Hartono, D., & Oktaviani, A. (2020). Analisis Kesesuaian Kawasan Ekowisata Pantai di Pantai Panjang Provinsi Bengkulu. Jurnal Enggano, 5(3), 566–586. https://doi.org/10.31186/jenggano.5.3.566-586

Pratiwi, P. A., Mashalani, F., Hafizhah, M., & Batrisyia, A. (2024). Mengungkap Metode Observasi yang Efektif Menurut Pra-Pengajar EFL.

Rachman, T. (2023). Analisis Penilaian Kinerja Bangunan Pengaman Pantai Terhadap Penentuan Prioritas Rehabilitasi Konstruksi (Studi Kasus Pantai Kema dan Pantai Lilang). Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS), 3(1), 43-58. https://doi.org/10.32897/simteks.v3i1.2551

Salmi, W. M., Minmahdun, A., & Agustan, F. A. M. (2025). Characteristics of Seawall Design for Coastal Protection At Laompo Beach, Indonesia. Engineering and Technology Journal, 10(3), 4199-4204. https://doi.org/10.47191/etj/v10i03.27

Simanjuntak, P. S. (2018). Performance evaluation on low-crest breakwater at North Coast of Java Island. Journal of the Civil Engineering Forum. 4(2), 139-150. https://doi.org/10.22146/jcef.34025

Sukri, A. S., Aswad, N. H., & Razak, E. N. P. (2025). Analisis Kinerja Bangunan Pengaman Pantai Tinobu Kecamatan Lasolo Kabupaten Konawe Utara. Journal Of Civil Engineering & Technology, 1(1), 1-6. https://jocet.uho.ac.id/index.php/journal/article/view/2

Sulaiman, D. M. (2021). Teknologi Pegar untuk Penanggulangan Erosi dan Abrasi Pantai. Deepublish.

Triatmodjo, B. (2013). Teknik Pantai. Beta Offset.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-01

Cara Mengutip

Analisis Mutu dan Kinerja Bangunan Penahan Ombak di Kawasan Pantai Panjang Provinsi Bengkulu. (2026). Journal of Science, Technology, and Innovation, 2(1), 296-309. https://doi.org/10.65310/8qf2y733